AKURAT.CO Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi tentang pembentukan mata uang bersama oleh negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) telah menarik perhatian dunia. Ide ini sering disebut sebagai upaya untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan global dan menciptakan tatanan ekonomi yang lebih multipolar.
Melansir dari Reuters, Rabu (11/12/2024), pada saat pertemuan tingkat tinggi BRICS baru-baru ini, salah satu anggota sempat mengusulkan konsep mata uang bersama. Usulan ini didorong oleh kebutuhan untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil, di mana negara-negara berkembang tidak terlalu terpengaruh oleh dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat.
Namun sayangnya hingga kini, belum ada langkah konkret untuk merealisasikan gagasan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang apakah ide ini dapat diwujudkan dalam waktu dekat.
Tantangan Geopolitik dan Ekonomi
Salah satu tantangan utama dalam pembentukan mata uang bersama BRICS adalah keragaman kondisi geopolitik dan ekonomi di antara anggotanya. Negara-negara BRICS memiliki latar belakang politik, sistem ekonomi, dan tingkat pembangunan yang sangat berbeda.
Selain itu, hubungan politik antara anggota BRICS juga tidak selalu harmonis. India dan China, misalnya, memiliki sejarah konflik perbatasan yang panjang, yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dan kerja sama mereka dalam proyek sebesar ini. Dalam konteks geopolitik yang kompleks, koordinasi kebijakan moneter yang diperlukan untuk membentuk mata uang bersama menjadi tantangan besar.
Tantangan lainnya adalah perbedaan kebijakan ekonomi antarnegara. Setiap negara anggota memiliki prioritas ekonomi yang berbeda, sehingga sulit untuk menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal.
Kompleks
Kondisi geografis yang tersebar luas juga menjadi hambatan. Tidak seperti zona euro yang memiliki kedekatan geografis, negara-negara BRICS tersebar di berbagai benua. Hal ini membuat koordinasi kebijakan ekonomi dan moneter menjadi lebih sulit.
Diversifikasi perdagangan memungkinkan negara-negara BRICS untuk mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi nilai tukar dolar AS tanpa harus membentuk mata uang bersama. Pendekatan ini juga lebih fleksibel dan dapat diimplementasikan secara bertahap, sehingga tidak membutuhkan perubahan besar dalam kebijakan moneter dan fiskal masing-masing negara.
AS Gerah?
Namun, para analis berpendapat bahwa ancaman AS ini justru dapat mendorong negara-negara BRICS untuk semakin memperkuat kerja sama mereka. Meski demikian, pembentukan mata uang bersama tetap memerlukan diskusi panjang dan kesepakatan yang mendalam antaranggota.
Meskipun ide mata uang bersama BRICS memiliki potensi untuk mengubah dinamika ekonomi global, realisasinya menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Keragaman kondisi geopolitik dan ekonomi, ditambah dengan hambatan teknis dan struktural, membuat gagasan ini sulit untuk diwujudkan dalam waktu dekat.
Sebagai alternatif, diversifikasi perdagangan menggunakan mata uang lokal tampaknya menjadi langkah yang lebih realistis. Pendekatan ini memungkinkan negara-negara BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS tanpa harus menghadapi risiko besar yang terkait dengan pembentukan mata uang bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










