AKURAT.CO Starbucks kembali menegaskan komitmennya untuk mencari kemitraan strategis demi memperkuat operasinya di China.
Pernyataan ini disampaikan pasca beberapa laporan dari media yang menyebut perusahaan raksasa kopi asal Seattle tersebut tengah mempertimbangkan penjualan sebagian saham bisnisnya kepada mitra lokal guna meningkatkan kinerja di pasar penting tersebut.
CEO Starbucks, Brian Niccol menjelaskan kepada investor bahwa perusahaan menghadapi tantangan berat di pasar utama seperti AS dan China. Dengan perlambatan permintaan minuman di kedua negara, Starbucks berencana untuk merombak toko-tokonya di AS sekaligus meningkatkan pemahaman operasional di China, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah AS.
Usut punya usut, Starbucks sedang menjajaki berbagai opsi terkait bisnisnya di China, termasuk kemungkinan melepas sebagian saham kepada investor potensial, seperti perusahaan ekuitas lokal.
Meski tidak memberikan rincian lebih lanjut, Starbucks melalui pernyataannya menegaskan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk mengembangkan bisnis dan kemitraannya di China.
Situasi ini menjadi alarm bagi Starbucks untuk segera mengambil langkah strategis. Perusahaan bahkan menunda proyeksi keuangan untuk tahun fiskal mendatang, menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk restrukturisasi besar-besaran.
Sementara itu, rival utama Starbucks, Luckin Coffee, terus memperkuat dominasinya dengan strategi agresif seperti promosi harga dan produk lokal yang inovatif.
Upaya Starbucks di China tidak hanya tentang menyelamatkan bisnis lokalnya, tetapi juga mempertahankan posisinya sebagai pemain global yang mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







