AKURAT.CO Dalam laporan terbarunya, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan tingkat pengangguran di Indonesia akan bertahan di sekitar 5,1% hingga tahun 2029.
Meski pemerintahan Presiden Prabowo memiliki visi menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menekan angka pengangguran, proyeksi ini menunjukkan tantangan serius di pasar tenaga kerja Indonesia.
Awalil Rizky, Ekonom Senior dari Bright Institute, menyatakan bahwa tren pengangguran yang stagnan dapat berdampak besar pada ekonomi nasional. “Jika melihat proyeksi IMF, stagnasi ini berarti jumlah penganggur akan meningkat secara nominal karena pertumbuhan angkatan kerja yang terus bertambah,” jelasnya dikutip Rabu (30/10/2024).
Baca Juga: Sampaikan Nota Keuangan 2025, Jokowi Harap Pengangguran Susut ke 4,5 Persen
Bright Institute juga menyoroti tantangan struktural yang dihadapi Indonesia dalam mengatasi pengangguran. Permasalahan utama mencakup rendahnya penyerapan tenaga kerja di sektor formal serta ketimpangan keterampilan yang tinggi di antara angkatan kerja.
Reformasi di sektor pendidikan dan pelatihan, menurut para ekonom, harus menjadi prioritas pemerintah agar sesuai dengan kebutuhan industri yang berkembang pesat. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat memperluas daya tarik di sektor-sektor potensial, seperti industri digital dan energi terbarukan, yang memiliki peluang besar dalam menciptakan pekerjaan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









