Ekonomi Eropa Tak Kunjung Pulih, ECB Bakal Pangkas Suku Bunga
Demi Ermansyah | 25 Oktober 2024, 20:01 WIB

AKURAT.CO Bank Sentral Eropa (ECB) mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga acuan lebih rendah, hal ini disebabkan akibat belum terlihatnya tanda-tanda pemulihan yang signifikan sehingga meningkatnya risiko terhadap prospek ekonomi.
Merespon hal tersebut, Anggota Dewan Pemerintahan ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Portugal Mario Centeno menekankan perlunya para pembuat kebijakan untuk segera mendorong pengeluaran dan investasi di zona euro guna menghindari lonjakan pengangguran yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Sebab inflasi yang diperkirakan mencapai target 2% pada akhir kuartal pertama akan membantu pengambilan keputusan.
“Kita tidak perlu terpaku pada perubahan kecil seperempat poin. Untuk ekonomi yang telah mengalami inflasi rata-rata 0,9% selama satu dekade, tanpa investasi yang cukup, dan dengan pasar tenaga kerja yang mulai melemah, kita perlu mempertimbangkan langkah yang lebih besar," ucapnya dalam lansiran Bloomberg, Jumat (25/10/2024).
Baca Juga: Inflasi Uni Eropa Merosot, ECB Siap Pangkas Suku Bunga Lagi
ECB memangkas suku bunga minggu lalu sebagai tanggapan terhadap inflasi dan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan. Namun, sebagian besar pembuat kebijakan belum mendukung penurunan suku bunga yang lebih besar.
ECB memangkas suku bunga minggu lalu sebagai tanggapan terhadap inflasi dan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan. Namun, sebagian besar pembuat kebijakan belum mendukung penurunan suku bunga yang lebih besar.
Bahkan para ekonom memprediksi pemangkasan 25 basis poin dalam tiga pertemuan mendatang dan dua pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun depan. Sementara itu, pasar keuangan memperkirakan penurunan 50 basis poin pada Desember.
“Kami terus menunda pemulihan, dan risiko penurunan semakin nyata, bisa jadi hal tersebut sebagai kondisi tertinggal dari kurva," paparnya.
Oleh karena itu dirinya memperingatkan risiko bahwa zona euro bisa terperosok dalam situasi ekonomi yang memburuk. Menurutnya, risiko-risiko ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan, dan inflasi mungkin turun lebih rendah dari yang diperlukan.
Sedangkan menurut Gubernur ECB, Christine Lagarde sebelumnya menyatakan bahwa risiko penurunan harga konsumen mungkin lebih besar daripada risiko kenaikan, meski pandangan ini ditentang oleh beberapa kolega, termasuk Robert Holzmann dari Austria, yang masih khawatir inflasi akan lebih tinggi dari perkiraan.
Centeno sendiri memprediksi bahwa inflasi yang diperkirakan naik dalam beberapa bulan kedepan akan lebih lemah dari proyeksi dan hampir tidak akan melebihi 2%. Setelah itu, ia memperkirakan tekanan harga akan tetap di bawah level tersebut untuk waktu yang lama.
“Kita perlu segera mencapai kondisi netral,” ujar Centeno, seraya menambahkan bahwa ekonomi zona euro berada dalam tekanan karena pasar tenaga kerja mencatatkan rekor tingkat lapangan kerja dan upah, sementara pertumbuhan ekonomi terhenti selama sembilan kuartal.
Ia juga menyatakan bahwa keputusan apakah zona euro perlu berada di bawah level netral masih belum bisa dipastikan.
“Kami terus menunda pemulihan, dan risiko penurunan semakin nyata, bisa jadi hal tersebut sebagai kondisi tertinggal dari kurva," paparnya.
Oleh karena itu dirinya memperingatkan risiko bahwa zona euro bisa terperosok dalam situasi ekonomi yang memburuk. Menurutnya, risiko-risiko ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan, dan inflasi mungkin turun lebih rendah dari yang diperlukan.
Sedangkan menurut Gubernur ECB, Christine Lagarde sebelumnya menyatakan bahwa risiko penurunan harga konsumen mungkin lebih besar daripada risiko kenaikan, meski pandangan ini ditentang oleh beberapa kolega, termasuk Robert Holzmann dari Austria, yang masih khawatir inflasi akan lebih tinggi dari perkiraan.
Centeno sendiri memprediksi bahwa inflasi yang diperkirakan naik dalam beberapa bulan kedepan akan lebih lemah dari proyeksi dan hampir tidak akan melebihi 2%. Setelah itu, ia memperkirakan tekanan harga akan tetap di bawah level tersebut untuk waktu yang lama.
“Kita perlu segera mencapai kondisi netral,” ujar Centeno, seraya menambahkan bahwa ekonomi zona euro berada dalam tekanan karena pasar tenaga kerja mencatatkan rekor tingkat lapangan kerja dan upah, sementara pertumbuhan ekonomi terhenti selama sembilan kuartal.
Ia juga menyatakan bahwa keputusan apakah zona euro perlu berada di bawah level netral masih belum bisa dipastikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









