KMP Perlu Patahkan Stigma Kabinet Gemuk Inefisien dan Lambat

AKURAT.CO Kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kabinet Merah Putih (KMP) dihadapkan pada tantangan seputar koordinasi, efisiensi, serta implementasi program-program strategis di tengah kondisi politik dan ekonomi yang kompleks.
Menurut Ekonom INDEF, Fadhil Hasan, kabinet yan sangat besar atau "super gemuk" lazimnya dinilai rentan inefisiensi dan lambat dalam pelaksanaan program.
"Kabinet super gemuk akan menyebabkan masalah dalam koordinasi, terutama di antara kementerian-kementerian yang overlapping dalam kewenangan, seperti antara Menko Pangan dan Kemenko Perekonomian," ujarnya di sela diskusi publik INDEF bertajuk "Ekonomi Politik Kabinet Prabowo-Gibran" pada Selasa (22/10/2024).
Baca Juga: Pesan Ekonom ke Menteri Ekonomi di KMP: Hindari Ego Sektoral dan Tumpang Tindih Tupoksi
Fadhil Hasan juga mengkritisi program-program prioritas Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis, peningkatan produktivitas lahan pertanian, dan menaikkan rasio penerimaan pajak (tax ratio) menjadi 23%. Menurutnya, program-program tersebut membutuhkan anggaran besar, yang diharapkan didanai oleh peningkatan pajak melalui pembentukan badan penerimaan negara.
Sementara itu, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri menambahkan bahwa kabinet Prabowo berpotensi terhambat oleh pengaruh eksternal, termasuk dari mantan Presiden Jokowi dan oligarki bisnis yang memiliki kepentingan di beberapa pos kementerian.
Adapun Nawir Messi dan Dr. Aviliani memberikan perspektif lebih luas mengenai tantangan ekonomi yang akan dihadapi kabinet Prabowo-Gibran. Nawir mencatat bahwa ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia telah menjadi isu besar yang perlu segera diatasi.
Dia juga memperingatkan bahwa program-program ambisius seperti Makan Bergizi Gratis, yang saat ini sedang berjalan, harus diawasi dengan ketat untuk mencegah korupsi di level lokal. "Ada kekhawatiran bahwa program ini bisa menciptakan lahan korupsi baru karena banyak daerah yang berkontribusi terhadap pelaksanaannya," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









