Utang AS Menggunung, Elon Musk: di Ambang Kebangkrutan
Demi Ermansyah | 16 September 2024, 15:42 WIB

AKURAT.CO Elon Musk selaku CEO dari Tesla baru-baru ini menyampaikan bahwasanya saat ini Amerika Serikat sedang menuju kebangkrutan dengan cepat karena utang negara yang terus bertambah, di mana utang negara tersebut mencapai rekor USD35 triliun.
"Kalau Trump menang, walaupun banyak yang mungkin punya pendapat berbeda soal ini, kita punya kesempatan langka buat deregulasi dan mengurangi ukuran pemerintahan," kata Musk, seperti yang dikutip dari Fox. Dia menambahkan, selain soal regulasi, Amerika bisa bangkrut dengan cepat, dan anehnya banyak orang cuek soal masalah besar ini.
Musk juga menyoroti fakta kalau biaya bunga utang nasional AS sekarang sudah melebihi anggaran Departemen Pertahanan, mencapai USD1 triliun tahun ini. "Kita terus nambah utang satu triliun dolar lagi, yang bakal diwariskan ke anak cucu kita. Mereka entah gimana harus bayar itu. Bunga utang ini naik sangat cepat, sampai satu-satunya hal yang bisa kita bayar hanyalah bunga," ujar Musk.
Baca Juga: Meroket, Utang AS Tembus USD35 Triliun
Musk menggambarkan situasi ini kayak orang yang punya terlalu banyak utang kartu kredit, yang menurutnya nggak akan berakhir baik, jadi solusinya adalah mengurangi pengeluaran.
Sebelumnya, Kantor Anggaran Kongres (CBO) juga udah kasih peringatan di laporan April 2024, mengatakan utang pemerintah AS akan naik dari 97% dari PDB tahun lalu jadi 116% pada 2034, dan kemungkinan kenyataannya bakal lebih parah.
Bloomberg Economics bahkan sudah menjalankan sejuta simulasi buat lihat bagaimana utang ini bakal berkembang, dan di 88% simulasi itu hasilnya menunjukkan rasio utang terhadap PDB terus naik selama 10 tahun ke depan, yang artinya nggak berkelanjutan.
Pemerintahan Biden berpendapat bahwa anggaran mereka, yang menambahkan kenaikan pajak untuk perusahaan dan orang kaya, bisa menjaga agar utang tetap terkendali. Menteri Keuangan Janet Yellen bilang ke anggota parlemen di bulan Februari kalau dia yakin AS harus mengurangi defisit dan menjaga jalur fiskal yang berkelanjutan.
Bloomberg Economics bahkan sudah menjalankan sejuta simulasi buat lihat bagaimana utang ini bakal berkembang, dan di 88% simulasi itu hasilnya menunjukkan rasio utang terhadap PDB terus naik selama 10 tahun ke depan, yang artinya nggak berkelanjutan.
Pemerintahan Biden berpendapat bahwa anggaran mereka, yang menambahkan kenaikan pajak untuk perusahaan dan orang kaya, bisa menjaga agar utang tetap terkendali. Menteri Keuangan Janet Yellen bilang ke anggota parlemen di bulan Februari kalau dia yakin AS harus mengurangi defisit dan menjaga jalur fiskal yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








