Siap-siap, Harga Emas Bisa Meroket ke USD2.600 Per Troyounce Pekan Depan

AKURAT.CO Harga emas global kembali ditaksir menguat dalam jangka pendek ke kisaran USD2.630 per troyounce, menurut Pengamat Komoditas dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
Menurutnya saat ini harga emas global sudah naik signifikan, bahkan level resistance kunci di USD2.531 per troyounce sudah terbentuk dan saat ini harga emas sudah sudah melampaui USD2.566 per trouyounce.
Ada kemungkinan besar, seiring spekulasi penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed, kemudian pilpres AS, termasuk juga penurunan suku bunga agresif di Inggris di mana BoE yang tadi malam menurunkan suku bunga 60 bps, harga emas dunia bakal naik cukup signifikan.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Permintaan, PBoC Terapkan Kuota Impor Emas
"Ada kemungkinan naik ke USD2.630. Bisa saja pekan depan USD2.600 akan tercapai. Kita harus lihat secara fundamental di mana secara tak terduga ECB bisa saja menurunkan suku bunga yang cukup besar di atas ekspektasi 25 bps. BoE menurunkan 60 bps mengindikasikan inflasi di kawasan itu (Eropa) kini mendekati 2 persen, hanya di 2,2%. Artinya pertumbuhan ekonomi di Eropa kembali membaik. Makanya harga emas terus menguat signifikan apalagi bersamaan dengandata pengangguran yang melemah," paparnya kepada awak media, Jumat (13/9/2024).
Data itu, lanjut Ibrahim, mengindikasikan spekulasi penurunan suku bunga The Fed yang semula 25 bps saja kini berpeluang menjadi 50 bps. Ini membuat para spekulan dan investor besar melakukan pembelian terhadap logam mulia.
Di sisi lain, debat pertama Capres AS antara Trump dan Harris terus bergulir dengan saling lempar sindiran yang begitu memanas. Ini membuat perpolitikan di AS memanas dan banyak yang percaya bahwa Trump kemungkinan besar akan memenangi pilpres AS.
"Ini semakin membuat harga emas meroket karena Trump saat ini fokus pada perang dagangnya AS dengan China, dan Trump juga akan memberikan sanksi ke negara yang dedolarisasi (menanggalkan dolar AS)," imbuh Ibrahim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









