China dan Malaysia Pererat Kerja Sama Perdagangan Hingga 2028

AKURAT.CO Perdana Menteri China, Li Qiang melakukan kunjungan kenegaraannya selama tiga hari ke Malaysia.
Usut punya usut kunjungan kenegaraan tersebut dilakukan Li Qiang sebagai upaya memperdalam hubungan dengan Malaysia seraya menegaskan netralitasnya di tengah persaingan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Kunjungan tersebut membuat China dan Malaysia menyetujui sebuah rencana kerja sama ekonomi dan perdagangan yang akan berjalan hingga tahun 2028.
Baca Juga: Tersangkut Kasus Korupsi di China, Saham Adidas Tergelincir Hingga 4 Persen
Melansir dari Reuters, tidak hanya rencana kerja sama saja yang diteken, kedua negara juga berjanji untuk mendiskusikan pembebasan visa tambahan sekaligus meningkatkan kebijakan saling bebas visa antara kedua negara.
Li dan Anwar dikabarkan akan menghadiri peletakan batu pertama East Coast Rail Link, sebuah proyek senilai MYR50 miliar atau sekitar USD10,6 miliar yang merupakan bagian dari Belt and Road Initiative Beijing.(BRIB).
Hadirnya Perdana Menteri Li menjadi kunjungan pertama dirinya ke negara Asia Tenggara. Diketahui kunjungan tersebut juga bertepatan dengan upaya Anwar untuk menjaga hubungan dengan China dan AS, sekaligus memposisikan Malaysia sebagai tujuan investasi dari kedua negara tersebut.
Sebagai informasi, Anwar Ibrahim bulan lalu dikabarkan menjanjikan setidaknya MYR25 miliar setara USD5,3 miliar untuk mendukung industri semikonduktor Malaysia akibat persaingan AS dan China yang mampu mengguncang rantai pasokan global.
"Kami menolak untuk didefinisikan oleh bagaimana negara-negara besar melihat dunia. Jadi kami akan terus berjuang untuk kepentingan nasional dan strategis kami, yang didefinisikan dengan cara kami sendiri," ucap Anwar dalam sebuah unggahan di Facebook pada 7 Juni.
Oleh karena itu, Malaysia akan selalu mempertahankan hubungan yang kuat dan bermanfaat dengan China dan Amerika Serikat.
Dalam beberapa minggu terakhir, Malaysia telah mengumumkan sejumlah janji investasi terkait teknologi dari Amerika Serikat dan China, termasuk dari ByteDance, Google, dan Microsoft.
Hal ini dilakukan di tengah perselisihan politik dengan kedua negara--dengan China, terkait klaimnya yang luas di Laut China Selatan dan dengan AS terkait sikapnya terhadap konflik Israel-Hamas.
Malaysia dan China akan membentuk kelompok kerja bersama yang bertujuan untuk memastikan pergerakan barang yang lancar di antara kedua negara, menurut Kantor Perdana Menteri pada Rabu. Nota kesepahaman lain yang ditandatangani termasuk kerja sama dalam ekonomi digital, pembangunan ramah lingkungan, dan juga ekspor durian ke China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









