Komisi X Ingin Anggaran Pendidikan Rp665 T Tepat Sasaran

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf mengusulkan adanya peningkatan penyerapan anggaran pendidikan dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan Pendidikan dengan Kemendikbud Ristek.
Dirinya menyoroti masalah tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) meskipun anggaran pendidikan besar. Oleh karena itu, ia meminta agar bantuan pendidikan dasar seperti PAUD dan BOS tepat sasaran dan diawasi dengan ketat.
"Sebagian besar alokasi, yakni 50 persen, adalah transfer keuangan daerah untuk pembiayaan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Evaluasi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi mencakup UKT, BOS, PAUD, BOS PIP, KIP, dan BOPTN," kata Dede di Ruang Rapat Komisi X DPR, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga: Komisi X Sayangkan Biaya Masuk Kuliah Setara 1 Alphard
Bahkan dirinya mengingatkan agar anggaran pendidikan sebesar Rp665 triliun digunakan dengan tepat sasaran dan tidak disalah gunakan. Menurutnya, 20% dari APBN untuk pendidikan harus bisa mewujudkan SDM unggul untuk Indonesia Emas 2045.
"Kita memahami bahwa alokasi pendidikan dalam APBN periode 2020-2024 berkisar antara Rp575 triliun hingga Rp665 triliun. Anggaran yang dikelola Kemendikbud hanya sekitar 14 persen atau sekitar Rp90 triliun, dan sekarang turun menjadi Rp83 triliun," ujarnya.
Sebagai informasi, dalam rapat sebelumnya Anggota Komisi X DPR Fraksi Demokrat, Anita Jacoba Gah meluapkan amarahnya ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim saat rapat anggaran.
Dirinya bahkan sampai menyinggung rekomendasi ke KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kemendikbud Ristek. Anita menyoroti anggaran Rp15 triliun di Kemendikbud Ristek. Sehingga muncul pertanyaan besar yakni apakah anggaran itu sudah dipakai dengan baik atau belum.
"Kita semua mengetahui bahwa ada kekurangan anggaran ya Rp15 triliun tetapi kalau menurut saya mari kita koreksi diri. Kenapa ini terjadi, jujur sama diri kita sendiri. Itu banyak anggaran yang sudah diberikan begitu banyak tahun 2024 apakah sudah dipergunakan dengan baik atau tidak," kata Anita dalam rapat.
Tak sampai disitu, Anita mengkritik soal masih adanya guru PPPK yang belum mendapat SK meski sudah lulus. Dia juga menyampaikan hasil pengawasannya di lapangan masih ada bangunan-bangunan sekolah yang terbengkalai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








