Ditekan Sentimen Eksternal, Rupiah Terjun 81 Poin ke Rp16.260

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 81 poin ke level Rp16.260 pada perdagangan Jumat, 19 April 2024.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan tersebut dipengaruhi oleh serangkaian faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pasar mata uang.
"Kekuatan ekonomi AS yang terus berlanjut, bersama dengan komentar Presiden Fed New York John Williams, telah menjadi pendorong utama penguatan dolar," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (18/4/2024).
Baca Juga: Konflik Iran-Israel, Gubernur BI Pastikan Stabilitas Rupiah Terjaga
Komentar Presiden Fed New York, John Williams, yang menekankan tidak ada kebutuhan mendesak untuk menurunkan suku bunga saat ini, memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan menunda penurunan suku bunga pertamanya sejak tahun 2020 hingga akhir tahun ini.
Ibrahim juga menyoroti eskalasi konflik Iran-Israel sebagai faktor lain yang mempengaruhi sentimen pasar. Ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah serangkaian ledakan di Iran, Suriah, dan Irak, telah meningkatkan ketidakpastian dan menguatkan posisi dolar.
Namun, di tengah ketegangan geopolitik tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Ekonomi Indonesia termasuk salah satu negara emerging market yang kuat dalam menghadapi dampak rambatan global," ungkap Ibrahim, merujuk pada kebijakan moneter dan fiskal yang pruden dan terkoordinasi erat.
Dalam menghadapi dampak ketidakpastian global, BI telah mengambil langkah-langkah antisipatif. Langkah-langkah seperti menjaga keseimbangan supply-demand valas di pasar melalui triple intervention, meningkatkan daya tarik aset rupiah.
"Koordinasi dengan stakeholder terkait menjadi bagian penting dari strategi BI untuk memperkuat ketahanan eksternal," Ibrahim menekankan.
Meskipun terjadi pelemahan pada penutupan perdagangan akhir pekan, rupiah tetap terjaga melalui langkah-langkah stabilisasi BI.
"Untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar, BI akan terus melakukan pemantauan dan intervensi pasar yang dibutuhkan," Ibrahim menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









