Tensi Geopolitik di LCS Memanas, Begini Seharusnya Indonesia Bersikap Menurut Pakar

AKURAT.CO Dalam menghadapi tantangan di Laut Natuna Utara, di mana eksistensi hak berdaulat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus dipertaruhkan, diperlukan strategi yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pertahanan dan diplomasi.
Senior Advisory Indo-Pacific Strategic Intelligence (IPSI), Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H. menilai Indonesia perlu menerapkan strategi defense diplomacy.
"Strategi ini menjadi instrumen krusial dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia, dan membangun hubungan yang kuat dengan negara-negara tetangga," tegas Dr. Surya Wiranto di sela Kuliah Pakar bertajuk Dinamika Laut China Selatan (LCS) Dalam Perspektif Keamanan Maritim: Tantangan, Peluang, dan Kolaborasi Regional yang diadakan oleh Prodi Keamanan Maritim di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Senin (4/3/2024).
Baca Juga: Komisi XI Minta Kemenkeu Antisipasi Dampak Konflik LCS saat Penyusunan RAPBN 2023
Pakar lain yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut antara lain Pengamat Maritim dari IKAL Strategic Centre DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar, dengan makalahnya bertajuk "Klaim Ten Dash Line China Dari Perspektif Kedaulatan Indonesia", dan Dosen Universitas Pelita Harapan dan Ketua Forum Sinologi Indonesia, Johanes Herlijanto, Ph.D dengan makalahnya "China, Laut China Selatan, dan Laut Natuna Utara." Moderator acara tersebut yakni Ristian Atriandi Supriyanto, M.Sc, Dosen Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Indonesia.
Lebih lanjut, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto membawakan makalah berjudul "Pertaruhkan Eksistensi Hak Berdaulat NKRI di Laut Natuna Utara" dan menekankan bahwa strategi defense diplomacy juga harus melibatkan kerjasama dalam bidang pertahanan.
"Hanya dengan strategi yang matang dan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat memastikan keamanan dan stabilitas wilayahnya, serta memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di kawasan Asia Tenggara," imbuhnya.
Sementara itu, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menjelaskan bahwa LCS merupakan perairan penting bagi keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara dengan luas sekitar 3.500.000 kilometer persegi.
"Laut ini merupakan jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika, dengan satu per tiga transportasi maritim dunia melewati wilayah ini, membawa perdagangan senilai USD3 triliun atau Rp40 ribu triliun per tahun," jelas DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa.
Menurut Johanes Herlijanto, Ph.D, sejarah hubungan maritim antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRC) memiliki tantangan kompleks terkait klaim atas Laut China Selatan (LCS), termasuk sebagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara (LNU).
"Maka penting bagi Indonesia untuk memperkuat penegakan hukum di wilayah kedaulatannya, terutama di LCS yang merupakan bagian penting dari hak berdaulat Indonesia. Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI Angkatan Laut (AL) memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan integritas wilayah perairan Indonesia," imbuh Johanes Herlijanto, Ph.D.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









