AKURAT.CO - Bank Indonesia atau BI mencatat dalam sepekan ini dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik sebesar Rp15,92 triliun.
Dana yang masuk tercatat dari beli neto nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp10,6 triliun, beli neto nonresiden di pasar saham modal Rp0,38 triliun, dan beli neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp4,94 triliun.
"Selama 2023 berdasarkan data setelmen sampai dengan 16 November 2023, capital inflow masih mencapai Rp124,18 triliun terdiri dari nonresiden beli neto Rp71,69 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp15,22 triliun di pasar saham, serta beli neto Rp37,27 triliun di SRBI," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip Akurat.co dari rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Sabtu (2/12/2023).
Baca Juga: Imbas Perang Israel - Hamas, Sepekan Dana Asing Rp500 M Kabur Dari RI Ke Safe Haven
Premi resiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun tercatat naik ke level 74,6 basis poin (bps) per 30 November 2023 dari 73,7 bps per 24 November 2023.
CDS merupakan indikator yang sering digunakan untuk mengukur risiko berinvestasi di SBN.
BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar selama 30 November hingga 1 Desember 2023. Tercatat per hari Kamis (30/11/2023) rupiah ditutup di level Rp15.505 per dolar AS, dan di Jumat (1/12/2023) rupiah dibuka melemah Rp15.551.
Selanjutnya, BI juga mencatat yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun di 6,60% pada Kamis (30/11/2023) dan kembali menguat pada Jumat (1/12/2023) ke 6,64%.
Dari sisi indeks dolar terhadap mata uang lainnya atau DXY, terpantau stabil di level 103,5 pada perdagangan Kamis, 30 November 2023. Di hari yang sama, yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke level 4,326%.
Baca Juga: Dana Asing Rp7,77 T Kabur Dari RI Di Pekan Terakhir September 2023
Erwin menyampaikan BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






