Kedewasaan Khadijah RA: Cinta yang Tahu Segalanya Tapi Memilih Diam

AKURAT.CO Salah satu bukti kedewasaan cinta dan jiwa Khadijah: dia tahu kapan harus tahu… dan kapan harus diam.
Khadijah sudah tahu siapa suaminya. Bahkan sebelum Jibril datang, dia telah merasakan bahwa ada yang agung sedang tumbuh di dalam diri Muhammad.
Baca Juga: Apa Alasan Nabi Muhammad SAW Menikah dengan Siti Khadijah RA?
Ketika peristiwa wahyu pertama terjadi di Gua Hira, Khadijah tidak panik, tidak mencari sorotan, tidak menggiring narasi untuk menunjukkan bahwa dia “lebih dulu tahu.” Padahal, dari konfirmasi Waraqah bin Nawfal, sepupunya sendiri, dia jelas paham bahwa suaminya sedang menerima misi besar sebagai Rasul terakhir.
Namun, Khadijah tidak membocorkan apa-apa kepada siapa pun. Dia menahan hasrat untuk tampil. Dia memilih menjadi rumah tenang bagi sang pembawa risalah.
Ini bentuk cinta sejati yang sangat langka:
> Cinta yang kuat tapi tidak mencolok. Cinta yang tahu segalanya tapi tetap diam.
Karena ia yakin, kebenaran akan bicara sendiri lewat waktu dan kedewasaan suaminya.
Khadijah membiarkan Nabi yang berbicara terlebih dahulu kepada masyarakat. Ia tidak mencuri panggung. Tidak mengklaim bahwa dia orang pertama yang tahu. Bahkan ketika kebenaran sudah ada di tangannya, dikonfirmasi oleh Waraqah, dia tetap mengunci mulutnya rapat-rapat, demi mendukung perjalanan spiritual sang Nabi sesuai waktunya.
Ini bukan karena dia lemah. Tapi karena dia matang. Dan karena itu pula, energinya abadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








