Peringatan 19 Tahun Tsunami Aceh, Berikut Tiga Makna Datangnya Bencana dalam Islam

AKURAT.CO Sejak peristiwa tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 maka tahun ini menjadi yang ke-19 peringatan duka cita untuk mengenang penderitaan akibat kerusakan serta banyaknya korban jiwa bencana.
Dalam sejarahnya, peristiwa ini sulit terlupakan bagi masyarakat Indonesia, terutama warga Aceh, di mana gempa berkekuatan 9,3 SR yang berpusat pada 157 kilometer Barat Meulaboh dengan kedalaman 30 kilometer berhasil membuat gelombang tsunami besar hingga menelan 170.000 korban jiwa.
Dahsyatnya kerusakan dan banyaknya korban jiwa akibat tsunami tersebut kini diabadikan dalam Museum Tsunami Aceh yang didirikan untuk mengenang para korban. Serta sebagai pengingat akan besarnya kuasa Allah SWT dalam membuat maupun memusnahkan setiap ciptaanNya.
Berdasarkan peristiwa tsunami Aceh tersebut, Allah SWT telah menciptakan bencana sebagai bagian dalam kehidupan manusia dengan tujuan-tujuan tertentu dan bukan sebatas bentuk hukuman atau azab kepada manusia semata.
Baca Juga: Penyebab Tsunami Aceh 2004, Menjadi Bencana Paling Bikin Trauma di Indonesia
Dilansir NU Online, Selasa (26/12/2023), tujuan terjadinya bencana sendiri dapat berbeda sesuai dengan kondisi orang tersebut, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:
1. Bala'
Bala' merupakan musibah yang diberikan untuk menguji keimanan serta ketaatan seseorang. Apabila ia mampu dilalui dengan keikhlasan, kesabaran serta tawakal maka Allah SWT akan mengangkat derajat serta menghapuskan dosa orang tersebut.
2. Iqob
Iqob merupakan bencana yang diberikan Allah SWT sebagai hukuman atau peringatan yang membuat jera seseorang yang telah bermaksiat, berbuat dosa, serta melampaui batas atas aturan dan syariat agama. Iqob dapat dilalui dengan taubat serta istigfar kepada hingga bencana tersebut diangkat Allah SWT.
3. Azab
Azab merupakan bencana atau musibah yang diberikan Allah SWT sebagai bentuk pembinasaan atau pemusnahan umat manusia akibat bentuk kekufuran mereka yang menolak ajaran kebenaran dan enggan beriman kepada Allah SWT.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka tujuan terjadinya suatu bencana atau musibah tidak hanya sebagai hukuman semata, melainkan memiliki sejumlah tujuan lain, seperti meningkatkan keimanan, memberi ganjaran ataupun membinasakan, sesuai dengan kondisi seorang hamba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang




