Akurat Logo

IHSG Anjlok Karena Warning MSCI, Airlangga Dorong Reformasi Pasar Modal yang Lebih Konkret

Esha Tri Wahyuni | 16 Oktober 2026, 22:56 WIB
IHSG Anjlok Karena Warning MSCI, Airlangga Dorong Reformasi Pasar Modal yang Lebih Konkret
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta reformasi pasar modal Indonesia dijalankan secara konkret dan terukur. 

Desakan itu muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01% hingga perdagangan saham dihentikan sementara atau trading halt pada Jumat (16/10/2026). Airlangga menilai pelaksanaan reformasi perlu menunjukkan kemajuan yang dapat dilihat langsung oleh investor, baik domestik maupun asing. 

Hal ini menjadi perhatian setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka kemungkinan penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Baca Juga: Ancaman MSCI dan Kepercayaan yang Harus Dijaga

“Ini menjadi catatan bagi kita ke depan bahwa reformasi itu harus dijalankan dan progresnya itu harus kelihatan, terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri,” kata Airlangga dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Menurut Airlangga, pengumuman MSCI tersebut datang lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. MSCI semula diperkirakan menyampaikan perkembangan terkait isu tersebut pada November 2026, tetapi pengumumannya telah terbit pada Oktober.

“Pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi yang sebetulnya. Mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober. Namun mereka memberikan target baru lagi untuk tahun depan. Di bulan April dan di bulan Juni,” ujarnya.

Airlangga menilai persoalan yang menjadi perhatian MSCI tidak hanya berkaitan dengan pengumuman kebijakan, tetapi juga implementasi regulasi dan reformasi yang sebelumnya telah dijanjikan oleh otoritas pasar modal. Menurut Airlangga, kemajuan pelaksanaan kebijakan tersebut perlu terlihat lebih jelas.

Pemerintah pun akan membahas persoalan tersebut bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Bank Indonesia (BI).

Airlangga mengatakan pembahasan akan mencakup langkah teknis dan target waktu pelaksanaan reformasi. Pemerintah berharap otoritas terkait dapat menunjukkan langkah yang konkret agar perkembangan reformasi bisa dipantau oleh investor.

“Kemudian juga terkait dengan beberapa hal lain yang terkait dengan hal teknis, nanti tentu kami akan bicara dengan bursa (BEI) bahwa kita berharap bahwa langkahnya konkret beserta timelinenya,” ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.