Akurat Logo

IHSG Anjlok 8 Persen, Sorotan MSCI Buka Persoalan Kepercayaan Investor

Andi Syafriadi | 16 Oktober 2026, 10:16 WIB
IHSG Anjlok 8 Persen, Sorotan MSCI Buka Persoalan Kepercayaan Investor
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01% pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Penurunan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar modal Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Berdasarkan data pembukaan perdagangan, IHSG turun 469,86 poin ke level 5.393,92. Posisi tersebut jauh di bawah penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026) yang berada di level 5.863,78.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Investor Waspadai Tekanan Jual Asing dan MSCI

Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat Rp922,33 miliar dengan volume 53,6 juta lot sebelum perdagangan dihentikan sementara.

Seperti yang diketahui, MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia setelah menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan.

Persoalan tersebut mencakup transparansi kepemilikan saham, dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi, serta konsistensi penerapan aturan pasar modal.

MSCI menyatakan reformasi yang telah diumumkan otoritas Indonesia belum disertai bukti kemajuan yang dinilai memadai dan konsisten. Karena itu, penyedia indeks global tersebut membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia menjadi Standalone Market.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Begini Proyeksi Nasib IHSG dan SBN Menurut Analisis Mirae Asset

Selama proses tersebut, MSCI juga mempertahankan pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks saham Indonesia. Kebijakan itu mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), serta kenaikan saham ke segmen indeks dengan kapitalisasi lebih besar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.