Inflasi Medis Melonjak, Bagaimana Menyiapkan Keuangan Saat Pensiun?

AKURAT.CO Persiapan finansial untuk masa tua perlu dimulai sejak usia produktif. Selain menyiapkan tabungan dan dana pensiun, masyarakat juga perlu memperhitungkan kenaikan biaya kesehatan yang berpotensi menggerus simpanan ketika penghasilan mulai berkurang.
Tekanan tersebut semakin relevan di tengah proyeksi inflasi medis Indonesia yang mencapai 17,8% pada 2026. Angka itu sekitar tujuh kali lipat dibandingkan proyeksi inflasi umum sebesar 2,5%.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum memiliki perlindungan finansial jangka panjang. Ketika memasuki usia nonproduktif, kebutuhan kesehatan dapat meningkat, sementara penghasilan rutin dan sejumlah fasilitas kesehatan dari tempat kerja berpotensi berkurang atau berhenti.
Baca Juga: Lalamove Driver Academy Gembleng Ketahanan Finansial Mitra Pengemudi Jabodetabek
Risiko tersebut juga berkaitan dengan fenomena sandwich generation, yakni kelompok masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan orang tua sekaligus mempersiapkan masa depan finansialnya sendiri.
Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dikutip Prudential Syariah menunjukkan 33,98% keluarga di Indonesia hidup bersama lansia. Sementara itu, berdasarkan laporan Financial Mindset of Young Adults in Asia 2025, sebanyak 88% anak muda Indonesia berusia 20-35 tahun ingin memiliki perlindungan finansial agar tidak menjadi beban keluarga ketika memasuki usia tua.
Survei tersebut juga mencatat 77% anak muda di Asia menempatkan keamanan finansial sebagai salah satu kecemasan utama mereka.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan risiko kesehatan dan keberlangsungan perlindungan ketika memasuki masa tua.
Baca Juga: 55 Persen Masyarakat RI Yakin Masa Depan Finansial Cerah, tetapi 80 Persen Belum Mencatat Keuangan
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama mengatakan, perlindungan finansial perlu disiapkan untuk menghadapi perubahan kebutuhan di setiap fase kehidupan.
“Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti,” ujar Vivin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, persiapan perlindungan sejak dini juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko beban finansial yang harus ditanggung anggota keluarga pada masa mendatang.
“Melalui PRUCare 360 Syariah, kami ingin memastikan perlindungan Peserta lanjut tanpa jeda dalam satu Polis, dari usia produktif hingga usia non-produktif,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










