Modal Asing Rp2,44 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan

AKURAT.CO Modal asing Rp2,44 triliun tercatat keluar (capital outflow) dari pasar saham RI selama sepekan (5-9 Oktober 2026), berdasarkan data BEI.
Hampir setiap hari asing atau nonresiden melakukan aksi jual atau net sell di sepanjang pekan kali ini, kecuali pada hari jumat. Pada Senin (5/10/2026), asing melakukan net sell Rp115,71 miliar. Di Selasa (6/10/2026), nonresiden lakukan net sell Rp629,87 miliar.
Lalu pada Rabu (7/10/2026), asing melakukan net sell Rp871,36 miliar. Pada Kamis (8/10/2026) asing melakukan net sell Rp859,25 miliar dan di Jumat (9/10/2026) asing melakukan net buy Rp30,40 miliar.
Baca Juga: Modal Asing Rp5,03 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan
Secara year to date, dana asing tercatat masih capital outflow Rp84,99 triliun per Jumat (9/10/2026), memburuk dari posisi sebelumnya sebesar Rp82,55 triliun per Jumat (2/10/2026).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,94% ke 6.093,76 selama sepekan. Pergerakan indeks sepanjang pekan ini diwarnai fluktuasi yang cukup tajam akibat aksi ambil untung (profit taking) dan sentimen global.
Di awal pekan (Senin–Selasa), IHSG tancap gas memulai reli hingga sempat menyentuh level 6.192 pada hari Selasa (6/10), didorong oleh sentimen positif Wall Street serta penguatan harga komoditas. Saham seperti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi penopang utama di awal pekan.
Pada pertengahan pekan (Rabu–Kamis), indeks berbalik arah dan mengalami tekanan jual yang masif. Pada Kamis (8/10), IHSG merosot tajam 1,88% ke level 6.031,28 setelah risalah rapat The Fed mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga AS, yang memicu aksi net sell investor asing sebesar Rp867 miliar.
Di penghujung pekan (Jumat), IHSG berhasil rebound dan menguat 1,04% setelah sempat menguji level psikologis penting di bawah 6.000. Sektor basic materials memimpin penguatan bersama saham perbankan seperti BBRI dan TLKM.
Secara teknikal, penguatan di akhir pekan ini dinilai belum mengonfirmasi pembalikan tren sepenuhnya karena posisi indeks masih berada di bawah garis Moving Average (MA) 20 di kisaran level 6.244. Untuk pekan depan, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidatif dengan volatilitas tinggi pada rentang 6.000–6.215.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









