Mengenal Saham BUVA dan Bisnis Perhotelan di Baliknya

AKURAT.CO - Sektor pariwisata dan perhotelan memiliki siklus pendapatan yang mengikuti musim kunjungan wisatawan. Emiten di sektor ini bergerak sesuai tingkat hunian dan tarif kamar, bukan semata karena kondisi pasar keuangan.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian, terutama melalui saham BUVA yang sering dipantau lewat aplikasi jual beli saham oleh para trader yang mencermati pemulihan sektor pariwisata. Perusahaan ini mengelola jaringan resor mewah bermerk Alila dengan portofolio properti yang terkonsentrasi di destinasi wisata utama Indonesia.
Mengenali aset dan struktur kepemilikan BUVA sangat membantu untuk memahami sumber pendapatan yang mendasari pergerakan harga sahamnya. Untuk gambaran lebih rinci, pembahasan berikut akan mengulas profil serta perjalanan perusahaan di pasar modal.
Profil Perusahaan dan Jejaknya di Bursa
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk didirikan pada Desember 2000 dan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 dengan kode BUVA. Sejak awal berdirinya, perusahaan ini fokus pada pengembangan dan pengoperasian resor kelas atas. Karena itu, pendapatan BUVA sangat bergantung pada kinerja properti yang dimilikinya.
Baca Juga: Investor Kaya Dunia Kembali Memburu Saham, Hampir Separuh Tambah Eksposur Ekuitas Publik
Pada pertengahan 2023, kendali perusahaan bergeser ke pemegang saham baru. PT Nusantara Utama Investama tercatat sebagai pemegang saham utama sejak Juni 2023. Perubahan pengendali ini membuka peluang bagi arah strategi perusahaan yang berbeda dari periode sebelumnya.
Portofolio Properti yang Tersebar di Destinasi Wisata
Aset utama BUVA berada di Bali dengan beberapa properti yang menggunakan merek Alila. Rinciannya mencakup Alila Ubud yang diakuisisi pada 2008, Alila Villas Uluwatu yang dibuka pada 2009, dan Alila Manggis yang diakuisisi pada 2015. Konsentrasi aset di Bali membuat kinerja perusahaan sangat sensitif terhadap tren kunjungan wisatawan ke pulau ini.
Selain Bali, BUVA juga memperluas jangkauannya ke luar pulau, termasuk masuk ke segmen hotel perkotaan. Contohnya adalah Alila SCBD Jakarta dan Hotel Dialoog Banyuwangi yang sama-sama dibuka pada 2018.
Namun, penjualan kamar bukan satu-satunya sumber pendapatan perusahaan ini. BUVA juga mengelola lini restoran dan hiburan di beberapa lokasi. Merek yang dioperasikan antara lain Liberte French Brasserie, Hakkasan, Omnia Dayclub, SakeNoHana, Vong Kitchen, dan Le Burger.
Kombinasi antara resor mewah dan lini kuliner ini memberikan variasi pendapatan yang berbeda karakter. Lini restoran dapat menyerap pengunjung lokal, bukan hanya tamu yang menginap di hotel. Namun, kontribusi lini ini tetap bergantung pada aktivitas pariwisata di sekitar lokasi.
Catatan bagi Trader yang Memantau BUVA
Saham BUVA termasuk kategori saham dengan kapitalisasi pasar jauh lebih kecil dibanding emiten papan atas. Implikasinya, likuiditas hariannya relatif tipis dan selisih harga pada antrean order book bisa melebar. Risiko yang muncul adalah order dalam jumlah besar berpotensi menggerakkan harga lebih jauh dari perkiraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







