Akurat Logo

Bitcoin Naik 25 Persen, Transaksi Kripto Indonesia Ikut Pulih: Seberapa Besar Pengaruh Harga terhadap Investor Ritel?

Idham Nur Indrajaya | 8 Oktober 2026, 07:34 WIB
Bitcoin Naik 25 Persen, Transaksi Kripto Indonesia Ikut Pulih: Seberapa Besar Pengaruh Harga terhadap Investor Ritel?
Bitcoin naik 25% pada Agustus 2026. Transaksi kripto Indonesia ikut naik 12,87%. Seberapa besar pengaruhnya bagi investor ritel? - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Ketika Bitcoin kembali menembus level US$80.000, pasar kripto Indonesia ikut menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Nilai transaksi aset kripto di dalam negeri mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, naik 12,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan transaksi kripto Indonesia tersebut terjadi ketika harga Bitcoin meningkat sekitar 25 persen sepanjang Agustus. Fenomena ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh pergerakan aset kripto terbesar tersebut terhadap perhatian dan aktivitas investor ritel, meski kenaikan transaksi belum tentu berarti seluruh pengguna kembali aktif.

Secara sederhana, pemulihan transaksi kripto Indonesia pada Agustus 2026 beriringan dengan kenaikan harga Bitcoin, membaiknya sentimen global, dan meningkatnya arus dana institusional ke ETF Bitcoin. Namun, hubungan ini tidak berarti setiap kenaikan harga otomatis menghasilkan kenaikan transaksi. Aktivitas investor kripto sangat dipengaruhi volatilitas, sehingga pasar yang semakin ramai juga dapat berarti risiko yang semakin tinggi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan nilai transaksi aset kripto pada Agustus mencapai Rp23,16 triliun. Pada saat yang sama, jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai 23,21 juta akun hingga Agustus 2026.

Angka tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK September 2026 pada Senin, 5 Oktober 2026.

Kenaikan transaksi juga terjadi ketika ekosistem kripto Indonesia terus memperluas basis penggunanya. Namun, ada satu hal yang perlu dibedakan: 23,21 juta akun tidak berarti 23,21 juta investor aktif melakukan transaksi setiap bulan.

Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87%, Apa yang Berubah pada Agustus 2026?

Kenaikan 12,87 persen secara bulanan menunjukkan adanya pemulihan aktivitas perdagangan setelah transaksi aset kripto sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya. Perubahan tersebut bertepatan dengan membaiknya kondisi pasar global dan menguatnya Bitcoin.

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai pergerakan Bitcoin menjadi salah satu pemicu utama. Menurutnya, kenaikan harga aset kripto terbesar tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar.

“Kami melihat kenaikan transaksi kripto pada Agustus 2026 terutama didorong oleh membaiknya sentimen global yang langsung berdampak ke harga aset kripto. Bitcoin adalah penggeraknya,” ujar Yudho dalam keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.

Baca Juga: Konsumen Kripto RI Tembus 23,21 Juta hingga Agustus 2026

Baca Juga: Pengguna Kripto RI Naik 39 Persen, Tapi Uang yang Berputar Anjlok 61 Persen

Pernyataan tersebut penting karena memberikan konteks terhadap angka Rp23,16 triliun milik OJK. Kenaikan transaksi bukan hanya persoalan bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga perubahan intensitas aktivitas ketika harga aset bergerak lebih agresif.

Bagi investor ritel, harga yang bergerak cepat menciptakan lebih banyak alasan untuk membuka kembali aplikasi perdagangan. Investor yang sebelumnya menunggu dapat kembali membeli, melakukan aksi ambil untung, atau sekadar memantau momentum pasar.

Dengan kata lain, harga Bitcoin tidak hanya menjadi angka di layar. Pergerakannya dapat mengubah perilaku pasar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.