Kementerian ESDM Siapkan Langkah Tangani Tambang Ilegal di Kepulauan Sangihe

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaruh perhatian terhadap maraknya aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Pemerintah berencana turun langsung ke daerah untuk membahas penanganan aktivitas tambang ilegal bersama pemerintah daerah.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Rilke Jeffri Huwae mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Tim ESDM dijadwalkan turun ke Sangihe dalam waktu dekat untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Dipicu Gangguan Distribusi Efek El Nino
“Jadi, itu jadi perhatian kita, atensi kita. Ya, saya sudah bicarakan dengan tim, mungkin minggu depan itu, minggu depan kita sudah, tim sudah ke sana untuk komunikasikan dengan Pemda setempat,” kata Rilke di Kementerian ESDM, Senin (5/10/2026) petang.
Rilke menyebut, penyelesaian persoalan pertambangan ilegal tidak cukup hanya mengedepankan pendekatan hukum. Pemerintah juga perlu memperhitungkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar wilayah pertambangan.
Dirinya menambahkan, langkah penegakan hukum harus dirancang agar tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari kegiatan di wilayah tersebut.
“Jadi nanti cara-cara untuk menyelesaikan itu juga kita memperhatikan masyarakat. Jadi masyarakat kebutuhan-kebutuhan masyarakat, aspek ekonominya itu juga kita jaga,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan yang hanya berorientasi pada penindakan berpotensi menimbulkan resistensi dari masyarakat apabila tidak dibarengi dengan solusi terhadap dampak ekonomi yang muncul.
Baca Juga: CNG 3 Kg Pengganti LPG 3 Kg Masih Dikaji, Ini Kata Kementerian ESDM
Karena itu, ESDM akan mencari skema penyelesaian yang dapat menyeimbangkan aspek penegakan hukum dengan kepentingan masyarakat. Pemerintah berharap proses perumusan solusi tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita lakukan yang terbaik. Nanti setiap-setiap yang kita rancangkan, mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat kita sudah bisa merancangkan proses solusi yang baik,” tutur Rilke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







