Akurat Logo

Rupiah Diprediksi Bergerak Rp17.750-Rp18.050 per Dolar AS

Esha Tri Wahyuni | 6 Oktober 2026, 07:50 WIB
Rupiah Diprediksi Bergerak Rp17.750-Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah tembus Rp18.000. Simak skenario BI, IHSG, foreign flow, dan SBN menurut analisis Mirae Asset. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan ini.

Penguatan indeks dolar AS, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga risiko pasokan energi menjadi sejumlah sentimen yang berpotensi menekan rupiah.

Pada perdagangan Senin (5/10/2026), rupiah ditutup melemah 35 poin ke level Rp17.917 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat tertekan hingga 75 poin sebelum berbalik dan ditutup melemah dari posisi perdagangan sebelumnya di Rp17.882 per USD.

Baca Juga: Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp17.882 di Penghujung Pekan

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan berlangsung volatil.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.910 sampai Rp17.960 per USD," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, ruang pelemahan rupiah masih terbuka apabila dolar AS kembali mendapatkan dorongan dari sentimen global. Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.750 hingga Rp18.050 per USD.

"Sedangkan perdagangan dalam pekan ini direntang Rp17.750 sampai Rp18.050," ujarnya.

Salah satu faktor eksternal yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan konflik di Timur Tengah. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan akan melancarkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.

Situasi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan energi global, khususnya karena kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Masih Fluktuatif, Dekati Rp18.000 per USD

Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais. Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim serangan tersebut.

=====

Bagi Indonesia, eskalasi konflik Timur Tengah tidak hanya berpotensi berdampak terhadap harga minyak dunia, tetapi juga dapat menambah tantangan dalam menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) domestik.

Ibrahim menyebut Indonesia telah kehilangan sekitar 25% sumber pasokan impor bahan bakar sejak konflik Timur Tengah bergejolak. Kondisi tersebut membuat pemerintah dan PT Pertamina (Persero) harus mencari sumber pasokan alternatif dari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM.

"Sejak konflik Timur Tengah bergejolak, Indonesia telah kehilangan 25% sumber pasokan impor bahan bakar. Sehingga pemerintah harus mencari sumber minyak dari negara lain guna menjaga pasokan bahan bakar minyak tetap aman," jelasnya.

Menurut Ibrahim, perubahan mekanisme pengadaan BBM tersebut berpotensi meningkatkan biaya karena pemerintah harus melakukan pencarian langsung ke negara yang memiliki kelebihan stok.

Pengadaan yang sebelumnya mengandalkan mekanisme lelang kini menghadapi kendala karena jumlah peserta yang minim.

"Strategi tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh BBM dengan harga yang berpotensi lebih tinggi dibandingkan mekanisme pengadaan normal. Namun, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan stok BBM nasional tetap tersedia di tengah ketidakpastian pasokan global," kata Ibrahim.

Kondisi tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan pasar karena kenaikan biaya energi dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik. Di sisi lain, pemerintah memiliki dua prioritas utama, yakni menjaga harga BBM subsidi dan memastikan ketersediaan stok nasional.

Ibrahim mengatakan pemerintah berupaya agar harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, tidak mengalami kenaikan. Pemerintah juga tetap menjaga ketahanan stok BBM pada level 18-20 hari.

=====

Dengan demikian, menurut dia, antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah tidak otomatis menunjukkan adanya masalah pada ketahanan stok nasional. Gangguan tersebut juga dapat dipengaruhi persoalan distribusi di lapangan.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kondisi cuaca. Fenomena El Nino berpotensi mengganggu jalur distribusi BBM, terutama pengiriman yang mengandalkan jalur sungai. Ketika permukaan sungai menyusut, distribusi BBM dapat dialihkan menggunakan moda transportasi darat seperti truk.

Di tengah berbagai sentimen tersebut, pergerakan dolar AS juga menjadi perhatian pasar valuta asing. Penguatan dolar cenderung memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi domestik, tekanan rupiah juga perlu dilihat bersamaan dengan perkembangan kondisi eksternal karena ruang gerak pasar akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter AS dan ekspektasi investor terhadap aset berdenominasi dolar.

Pada pekan ini, sejumlah agenda ekonomi AS menjadi katalis penting bagi pasar. Investor akan mencermati data ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir, serta data sentimen konsumen University of Michigan.

Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika data ekonomi AS menunjukkan perekonomian masih kuat dan memperkuat ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi, dolar berpotensi mendapatkan dukungan lebih lanjut.

Sebaliknya, data ekonomi yang menunjukkan pelemahan dapat mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang apabila pasar kembali meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

Karena itu, pergerakan rupiah pada pekan ini tidak hanya akan ditentukan oleh kondisi domestik. Kombinasi penguatan dolar AS, perkembangan konflik Timur Tengah, risiko pasokan energi, serta rilis data ekonomi AS akan menjadi faktor yang menentukan arah perdagangan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Dengan proyeksi di kisaran Rp17.750-Rp18.050 per USD, level Rp18.000 menjadi salah satu area psikologis yang perlu dicermati pasar. Jika tekanan eksternal kembali menguat, rupiah berpotensi menguji batas atas proyeksi tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.