Akurat Logo

Saham GOTO Bangkit, Nilai Transaksi Sepekan Tembus Rp3 Triliun

Yosi Winosa | 5 Oktober 2026, 15:34 WIB
Saham GOTO Bangkit, Nilai Transaksi Sepekan Tembus Rp3 Triliun
Goto (Istimewa)

AKURAT.CO Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akhirnya naik (rebound) pada Jumat pekan lalu (2/10) setelah tertekan 4 hari perdagangan sejak 28 September 2026 seiring dengan penghapusan batas bawah minimum harga saham Rp50 jadi Rp1 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data BEI mencatat, Jumat, saham GOTO naik 7,14% ke level Rp30, diiringi nilai transaksi harian yang menembus Rp2,7 triliun. Pada perdagangan Senin ini (5/10), saham GOTO mash di level Rp30 per saham.

Mengacu data sepekan (28 September sampai 2 Oktober), GOTO menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar. Total volume transaksi perdagangan mencapai 110,96 miliar saham, atau 43,54% dari volume perdagangan bursa.

Baca Juga: Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Total Kepemilikan Tembus 7 Persen

Sementara itu, nilai transaksi GOTO dalam sepekan juga mencapai Rp3,06 triliun atau berkontribusi 4,79% terhadap nilai transaksi Bursa, terbesar ketiga setelah Bank Central Asia (BBCA) dan Telkom (TLKM).

Rebound saham GoTo terjadi setelah saham GoTo lepas dari batas harga minimum Rp50. Setelah 4 hari turun, pada hari perdagangan terakhir pekan lalu, antrean jual yang sebelumnya menumpuk di harga ARB (auto reject bawah) sudah tidak terlihat dan saham GOTO kembali bergerak lebih leluasa.

R.A. Koesoemohadiani, Direktur dan Sekretaris Perusahaan GoTo, menjelaskan penurunan harga saham itu terjadi sejak 28 September 2026, menyusul pemberlakuan peraturan baru BEI yang menurunkan batas bawah harga saham (floor price) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1.

Penurunan itu membuat para pemegang saham yang telah mengantre dan menunggu untuk menjual sahamnya untuk menyesuaikan portofolionya menjadi memiliki kesempatan menjual saham GoTo di pasar reguler BEI sehingga kemudian menyebabkan fluktuasi harga saham perseroan.

“Perseroan meyakini bahwa harga saham perseroan saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menerus menguat. Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh berbagai aspek teknis,” kata Koesoemohadiani, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat pekan lalu.

Dia menegaskan kinerja bisnis Grup perseroan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II 2026, perseroan kembali mencetak laba bersih Rp252 miliar, mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut.

Pendapatan bersih GoTo tercatat sebesar Rp5,7 triliun, sementara EBITDA yang disesuaikan mencapai lebih dari Rp1 triliun. Perseroan juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai panduan EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.