Yield Obligasi Global Naik, Biaya Dana Kian Mahal

AKURAT.CO OJK mengungkap yield obligasi AS dan Eropa kembali ke level sebelum krisis 2008. Suku bunga tinggi diperkirakan bertahan hingga 2027.
Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah negara maju kembali melonjak ke level yang terakhir terlihat sebelum krisis keuangan global 2008.
Kondisi ini menjadi sinyal biaya pembiayaan global masih tinggi di tengah ekspektasi suku bunga tinggi (higher for longer) yang berpotensi bertahan hingga 2027.
Baca Juga: OJK Beri Relaksasi Kredit hingga 3 Tahun ke Debitur Terdampak Gempa NTT
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat yield obligasi Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah kembali ke level sebelum krisis 2008. Kondisi tersebut terjadi ketika kebutuhan pembiayaan pemerintah di berbagai negara masih tinggi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kenaikan yield tidak hanya berkaitan dengan kebijakan suku bunga, tetapi juga meningkatnya kebutuhan pemerintah untuk mencari pembiayaan.
"Yield obligasi pemerintah negara maju saat ini sudah kembali ke level sebelum krisis 2008," kata Friderica dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara daring, Senin (5/10/2026).
Menurut Friderica, kebutuhan pembiayaan yang tinggi membuat penerbitan surat utang pemerintah di berbagai negara ikut meningkat. Di saat yang sama, perusahaan teknologi berskala besar atau hyperscaler juga masuk ke pasar obligasi untuk membiayai ekspansi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Hal ini juga didorong oleh kebutuhan pembiayaan pemerintah yang tinggi serta penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan hyperscaler untuk membiayai pengembangan AI," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pasar obligasi global menghadapi tekanan dari sisi pasokan surat utang.
Ketika penerbitan obligasi meningkat, investor dapat meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk menyerap tambahan pasokan tersebut, terutama ketika prospek suku bunga belum menunjukkan penurunan yang cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 10Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto








