HSBC Sebut 'Anti-AI Trade' Bisa Bawa Dana Asing Kembali ke Pasar Saham Indonesia

AKURAT.CO Pasar saham global dalam beberapa tahun terakhir banyak bergerak mengikuti satu cerita besar: kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Arus modal mengarah ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan, hingga sejumlah sektor di China yang dianggap paling diuntungkan dari perkembangan teknologi tersebut.
Namun, konsentrasi investasi pada AI mulai membuka pertanyaan lain. Bagaimana jika investor global mulai menilai valuasi saham terkait AI terlalu tinggi atau muncul kekhawatiran mengenai investasi berlebihan di sektor tersebut?
Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Investment Research Herald van der Linde melihat kondisi itu dapat membuka ruang bagi “anti-AI trade”, yakni potensi rotasi dana dari pasar yang sangat terkait dengan AI menuju pasar dan sektor yang belum terlalu terekspos tema tersebut, termasuk Indonesia.
Singkatnya, anti-AI trade bukan berarti investor berhenti percaya pada AI. Fenomena ini lebih berkaitan dengan kemungkinan perubahan alokasi portofolio ketika dana yang terlalu terkonsentrasi pada saham AI mulai mencari alternatif. Indonesia berpotensi masuk radar karena valuasi pasar relatif murah, pertumbuhan laba masih bertahan, dan ekonomi tetap tumbuh. Namun, arus dana asing tetap bergantung pada yield obligasi, kondisi rupiah, risiko makro, serta pilihan pasar lain di Asia.
Baca Juga: HSBC: Rupiah Tak Lagi Jadi Masalah Utama, Fokus Indonesia Bergeser ke Reformasi Mikro
Baca Juga: Bukan Selalu Beban, HSBC Ungkap Sisi Lain Suku Bunga Tinggi bagi Ekonomi Indonesia
AI Bukan Lagi Sekadar Cerita Teknologi, tapi Cerita Arus Dana
Ledakan AI telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan teknologi. Bagi pasar keuangan, AI juga menjadi tema investasi yang mampu menarik modal dalam jumlah besar ke perusahaan dan negara yang dianggap memiliki posisi strategis dalam ekosistem tersebut.
Amerika Serikat menjadi salah satu pusat utama arus tersebut. Korea Selatan dan Taiwan juga mendapat perhatian karena perannya dalam industri semikonduktor, sementara sejumlah sektor di China ikut memperoleh aliran dana berdasarkan ekspektasi terhadap perkembangan AI.
Situasi itu menciptakan konsentrasi modal. Semakin besar ekspektasi investor terhadap satu tema, semakin besar pula kemungkinan portofolio global terkumpul pada kelompok aset yang sama.
Herald melihat perubahan ekspektasi terhadap AI dapat menjadi pemicu perubahan arah tersebut.
"Jika AI mencapai puncaknya, atau jika orang-orang mulai khawatir tentang investasi berlebih pada AI, maka dana dapat kembali mengalir ke pasar non-AI, termasuk Indonesia dan pasar Asia lainnya," kata Herald dalam media briefing HSBC Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Dalam konteks tersebut, Indonesia tidak perlu menjadi negara yang tiba-tiba berubah menjadi pusat AI untuk mendapatkan perhatian investor. Justru karakter Indonesia sebagai pasar yang relatif tidak bergantung pada tema AI dapat menjadi bagian dari daya tarik ketika investor mulai mencari alternatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 5Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur
- 10Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun








