Akurat Logo

AXA Sharia Bidik Segmen Menengah-Ritel, Siapkan Produk Asuransi yang Lebih Terjangkau

Idham Nur Indrajaya | 18 September 2026, 18:13 WIB
AXA Sharia Bidik Segmen Menengah-Ritel, Siapkan Produk Asuransi yang Lebih Terjangkau
Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance Bukit Rahardjo. - dok. AXA Sharia Life Insurance

AKURAT.CO AXA Sharia Life Insurance membidik segmen menengah dan ritel dengan menyiapkan produk perlindungan yang terjangkau, termasuk untuk keluarga dan pekerja muda. Strategi ini diarahkan untuk memperluas basis pengguna asuransi syariah di Indonesia, bukan sekadar merebut nasabah dari perusahaan lain.

PT AXA Sharia Life Insurance resmi berdiri sebagai perusahaan asuransi jiwa berbasis syariah setelah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui KEP-76/D.05/2026 pada 8 September 2026.

Pendirian perusahaan tersebut merupakan hasil pemisahan unit usaha syariah AXA Financial Indonesia. Setelah berdiri sebagai entitas tersendiri, AXA Sharia mulai menyiapkan strategi untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum banyak menggunakan produk asuransi syariah.

Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance Bukit Rahardjo mengatakan perusahaan tidak ingin hanya berfokus pada segmen masyarakat dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individual. Menurut dia, pasar yang lebih luas perlu digarap agar perlindungan asuransi syariah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Jangan hanya penetrasi ke high-net-worth, tetapi kita juga harus memberikan perlindungan yang lebih detail kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Bukit dalam acara peresmian PT AXA Sharia Life Insurance di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Pendekatan tersebut membuat segmen menengah dan ritel menjadi salah satu sasaran penting AXA Sharia. Kelompok ini mencakup keluarga, pekerja muda, hingga masyarakat yang membutuhkan perlindungan dasar dengan skema yang sesuai prinsip syariah.

AXA Sharia Siapkan Produk Asuransi yang Terjangkau

Strategi memperluas pasar tidak berhenti pada penentuan target konsumen. AXA Sharia juga tengah menyiapkan produk yang dirancang agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat ritel.

Bukit mengatakan perusahaan ingin mengembangkan produk tradisional dengan perlindungan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Fokusnya antara lain perlindungan keluarga dan perencanaan keuangan, termasuk bagi masyarakat yang baru memasuki dunia kerja.

“Produk tradisional, perlindungan yang komprehensif, fokus kepada perlindungan keluarga dan juga financial planning,” ujar Bukit.

Produk baru AXA Sharia saat ini masih dalam tahap persiapan dan belum dapat langsung dipasarkan. Perusahaan masih harus menyelesaikan proses pengembangan serta memperoleh persetujuan OJK sebelum produk tersebut tersedia bagi masyarakat.

Baca Juga: BCA dan Batavia Prosperindo Luncurkan Bagos, Reksa Dana Syariah Berdenominasi Dolar AS

Baca Juga: Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025

Kondisi ini penting karena strategi membidik segmen ritel tidak cukup hanya dengan menawarkan produk berbasis syariah. Produk tersebut juga harus memiliki manfaat yang mudah dipahami dan tingkat keterjangkauan yang sesuai dengan kemampuan kelompok konsumen yang menjadi sasaran.

Bagi pekerja muda, misalnya, perlindungan asuransi tidak selalu menjadi kebutuhan yang langsung diprioritaskan. Produk dengan cakupan perlindungan yang relevan dan biaya yang terjangkau dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan manfaat asuransi sejak seseorang mulai memiliki penghasilan sendiri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.