Emas Bawah Bantal Capai 1.800 Ton, Airlangga Bidik 20 Persen Masuk Bullion Bank

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia memiliki potensi sekitar 1.800 ton emas yang disimpan oleh masyarakat atau yang dianalogikan sebagai emas “di bawah bantal”.
Hal tersebut dikatakan oleh Airlangga dalam peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA), Kamis (20/8/2026).
“Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton. Nah kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, USD252 miliar,” kata Airlangga dalam peluncuran IBMA di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: IBMA Resmi Diluncurkan, Bidik Ekosistem Emas Nasional yang Terintegrasi
Airlangga menyebut, potensi tersebut dapat dioptimalkan apabila sebagian emas masyarakat dialihkan ke instrumen keuangan, baik melalui perbankan syariah maupun Pegadaian.
Airlangga menargetkan, sekitar 20% dari total emas masyarakat tersebut dapat masuk ke dalam sistem keuangan. Jika terealisasi, langkah tersebut dinilai dapat menciptakan pertumbuhan yang signifikan bagi ekosistem bullion Indonesia.
“Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, yang 252 billion ini, mungkin 20 persennya yang ditaruh di bawah bantal ditaruh ke instrument keuangan ataupun instrument perbankan di Syariah maupun Pegadaian,” ujarnya.
Airlangga menuturkan, besarnya kepemilikan emas masyarakat juga menempatkan Indonesia pada posisi yang cukup strategis dibandingkan sejumlah negara lain.
Dirinya membandingkan stok emas Indonesia yang diperkirakan mencapai 1.800 ton dengan Amerika Serikat sebesar 8.133 ton, China 2.331 ton, serta India sekitar 880 ton.
Namun, dari sisi cadangan emas yang dimiliki bank sentral, posisi Indonesia masih relatif rendah. Airlangga mencatat cadangan emas di Bank Indonesia baru sekitar 70 ton.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem bullion sebagai bagian dari strategi hilirisasi, khususnya untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan dan energi.
“Nah pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian Bapak Presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank, sehingga bullion ini menjadi sesuatu yang diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor mine and energy,” tutur Airlangga.
Dalam konteks tersebut, Airlangga menilai pembentukan IBMA menjadi langkah kelembagaan penting untuk mengintegrasikan pelaku dalam ekosistem bullion nasional.
“Pembentukan IBMA menjadi salah satu langkah kelembagaan yang strategis untuk mengintegrasikan ekosistem,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









