KSSK: Penerimaan Negara Tembus Rp1.459 Triliun pada Semester I

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak, pemerintah mencatat kinerja fiskal yang tetap kuat sepanjang semester pertama 2026.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga akhir tahun.
Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan konsisten.
Baca Juga: Tegaskan Dana Pendidikan Tak Lagi Untuk MBG Mulai 2028, Purbaya: Kita Ikuti Putusan MK
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan pendapatan negara yang mencapai dua digit hingga akhir triwulan II 2026.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6% secara tahunan.
Menurut pemerintah, peningkatan penerimaan pajak dipengaruhi oleh membaiknya aktivitas ekonomi nasional, implementasi sistem Coretax yang mulai memberikan dampak positif, serta langkah intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.
Selain pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun atau tumbuh 3,4% secara tahunan. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271 triliun atau meningkat 21,6%.
Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja pemerintah digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga subsidi energi.
Meski belanja meningkat, pemerintah tetap menjaga pembiayaan anggaran secara terukur. Realisasi pembiayaan mencapai Rp452 triliun atau tumbuh 59,4% secara tahunan.
Baca Juga: Kenapa Danantara Diundang ke Rapat KSSK? Ini Penjelasan Purbaya
Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan pembiayaan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan dan kebutuhan likuiditas pemerintah.
"Likuiditas sistem keuangan harus tetap cukup dan kami terus berkoordinasi dengan bank sentral untuk memastikan stabilitas tetap terjaga," kata Purbaya.
Kinerja fiskal yang kuat tersebut menjadi salah satu alasan KSSK tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,6-6,0% sepanjang 2026, meskipun tekanan global masih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 8Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








