5 Saham Blue Chip yang Masih Murah dan Layak Dikoleksi

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini menunjukkan tren bullish yang kuat dan membuat portofolio banyak investor ritel kembali menghijau.
Di tengah lonjakan pasar saham yang masif ini, banyak orang mulai merasa terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out) karena takut ketinggalan momentum keuntungan.
Namun jangan khawatir, sebab masih ada beberapa saham unggulan berkapitalisasi besar yang harganya tertinggal dan sangat menarik secara valuasi untuk segera dikoleksi.
Mengapa Memilih Saham Blue Chip yang Masih Murah?
Saat pasar saham sedang reli atau naik tinggi, risiko terbesar bagi investor pemula adalah membelinya di harga tertinggi (buy at the top). Ketika harga saham-saham idola sudah melesat terlalu jauh dari nilai intrinsiknya, potensi koreksi sehat sewaktu-waktu bisa menjadi bumerang.
Oleh karena itu, strategi terbaik di tengah pasar yang sedang optimistis ini adalah berburu saham blue chip yang masih berada di area konsolidasi alias salah harga (undervalued).
Saham blue chip (LQ45) dipilih karena memiliki fundamental bisnis yang kokoh, tata kelola perusahaan yang baik, serta rekam jejak pembagian dividen yang royal dan konsisten setiap tahunnya.
Dengan membeli saham lapis satu yang valuasinya masih murah, Anda mendapatkan dua keuntungan sekaligus: tingkat keamanan modal yang lebih tinggi (margin of safety) serta potensi kenaikan harga (upside) yang besar saat aliran dana investor asing mulai merotasi sektornya.
5 Saham Blue Chip Pilihan Terbaik untuk Investasi
Berdasarkan analisis rasio keuangan seperti Price to Book Value (PBV) dan Price to Earnings Ratio (PER) yang berada di bawah rata-rata historisnya, berikut adalah lima saham blue chip pilihan yang wajib masuk radar belanja Anda:
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - BBRI
Sebagai salah satu raja perbankan di Indonesia, BBRI sempat mengalami tekanan akibat kekhawatiran kredit macet (NPL) di sektor UMKM. Namun, fundamentalnya tetap kokoh dengan laba bersih yang terus terjaga.
Saat saham perbankan lain mencetak rekor tertinggi baru, valuasi BBRI saat ini relatif tertinggal dan menjadi kesempatan emas untuk Buy on Weakness sebelum asing kembali melakukan akumulasi besar-besaran.
2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk - TLKM
Saham emiten telekomunikasi pelat merah ini belakangan bergerak sideways akibat sentimen kompetisi industri dan beban investasi digital.
Meski demikian, secara valuasi PBV, TLKM sudah berada di level yang sangat murah bagi sebuah perusahaan yang memonopoli jaringan infrastruktur digital nasional. Pendapatan dari sektor data dan data center diprediksi menjadi motor pertumbuhan utama di masa depan.
3. PT Astra International Tbk - ASII
ASII sempat terpukul oleh isu persaingan ketat kendaraan listrik (EV) asal China di pasar domestik. Sentimen negatif ini membuat harga saham ASII merosot ke level yang tidak mencerminkan kekuatan gurita bisnisnya.
Dengan PER di bawah rata-rata 5 tahun dan dividend yield tahunan yang sangat menggiurkan (sering kali di atas 6%), ASII adalah saham defensif yang sangat murah saat ini.
4. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk - ICBP
Produsen Mi Instan "Indomie" ini merupakan benteng pertahanan terbaik di sektor consumer non-cyclical. Daya beli masyarakat yang terjaga membuat kinerja keuangan ICBP tetap stabil menghadapi inflasi.
Valuasinya saat ini tergolong murah mengingat margin keuntungan mereka yang meningkat berkat penurunan harga bahan baku gandum global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





