OJK: Bank Akan Optimalkan CASA di Tengah Suku Bunga Tinggi

AKURAT.CO Kenaikan BI-Rate hingga 100 basis poin dalam kurun satu bulan tidak hanya berdampak pada bunga kredit, tetapi juga mengubah strategi perbankan dalam mengelola likuiditas.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bank akan semakin fokus menjaga struktur pendanaan murah atau current account savings account (CASA) guna menahan kenaikan biaya dana di tengah tren suku bunga yang meningkat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan respons setiap bank terhadap kenaikan BI-Rate tidak akan seragam karena dipengaruhi kondisi likuiditas dan struktur dana pihak ketiga (DPK) masing-masing.
Baca Juga: KPR Subsidi Tak Naik Meski BI Rate Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat
"Bank akan menyesuaikan pricing sejalan dengan struktur cost of fund dan kondisi likuiditas masing-masing," kata Dian di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Diketahui sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate dari 4,75% menjadi 5,75% melalui tiga keputusan berbeda pada Mei hingga Juni 2026.
Langkah tersebut diambil setelah nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Dalam kondisi tersebut, perbankan menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dan daya saing produk simpanan.
Menurut Dian, bank masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan dana murah guna menjaga efisiensi biaya pendanaan. Strategi ini menjadi penting karena kenaikan bunga deposito berpotensi menekan margin keuntungan jika tidak diimbangi pengelolaan dana yang efektif.
Sepanjang 2025, tren penurunan BI-Rate sempat membantu menurunkan biaya dana perbankan. Namun, setelah arah kebijakan moneter berbalik, OJK memperkirakan tren tersebut akan mengalami moderasi secara bertahap.
Baca Juga: Dasco Kumpulkan Bos OJK dan Direksi Baru BEI, Bahas Reformasi Tata Kelola Pasar Modal
Meski demikian, regulator menilai penyesuaian bunga simpanan maupun kredit tidak akan berlangsung drastis.
Bank diperkirakan tetap berhati-hati untuk menjaga daya saing sekaligus mempertahankan kualitas aset dan pertumbuhan kredit.
OJK menegaskan akan terus mendorong penguatan manajemen likuiditas agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah tekanan eksternal dan volatilitas pasar keuangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









