Rupiah Diprediksi Belum Bangkit, Sentimen Global Masih Berat

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak di level Rp17.700 per USD pada pembukaan perdagangan Senin pekan depan.
Tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai belum mereda seiring meningkatnya ketidakpastian global dan derasnya arus modal asing keluar dari pasar domestik.
Analis Mata Uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp17.680 hingga Rp17.800 per USD dalam sepekan ke depan.
Proyeksi tersebut melanjutkan tren pelemahan usai rupiah ditutup di level Rp17.712 per USD pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga: QRIS hingga SRBI Jadi Senjata BI Stabilkan Rupiah di Tengah Krisis
“Iya, untuk sepekan kemungkinan besar rupiah bergerak di Rp17.680 sampai Rp17.800 per USD,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, (25/5/2026).
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pasar masih dibayangi eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang memicu peningkatan permintaan aset safe haven seperti dolar AS.
Selain itu, pasar juga mencermati pergantian pimpinan bank sentral AS atau Federal Reserve dari Jerome Powell kepada Kevin Warsh. Ibrahim mengatakan ketidakpastian arah kebijakan moneter AS membuat pelaku pasar cenderung menahan dana di dolar.
“Belum ada kepastian soal penurunan suku bunga. Justru pasar melihat ada peluang kenaikan suku bunga hingga 50 basis poin,” ujarnya.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan. Meski tumbuh lebih tinggi dibanding sejumlah proyeksi pasar, data tersebut belum mampu menopang penguatan rupiah di pasar valuta asing.
Baca Juga: Misbakhun Jelaskan Bedanya Kondisi Rupiah Saat Ini dengan Rupiah Saat Krisis 1998
Pemerintah dan otoritas moneter tercatat mulai melakukan intervensi di pasar keuangan. Salah satunya melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai Rp2,2 triliun guna menjaga stabilitas rupiah dan menahan kenaikan yield obligasi pemerintah.
Ibrahim juga menilai pidato Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan badan usaha milik negara baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia, turut memicu kekhawatiran investor asing. Badan tersebut dirancang untuk mengatur ekspor komoditas sumber daya alam strategis Indonesia.
Menurut Ibrahim, pasar menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan dominasi negara terhadap perdagangan komoditas dan menambah kekhawatiran terhadap iklim investasi.
“Pasar melihat ada potensi monopoli. Itu yang kemudian membuat arus modal asing keluar cukup deras dan akhirnya menekan rupiah,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan pelemahan rupiah saat ini berbeda dengan krisis moneter 1998. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat meski kurs rupiah telah melewati level psikologis saat krisis Asia.
“Nilai tukar rupiah tidak akan jeblok seperti tahun 1998,” ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival, Jumat (22/5/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah memperkirakan pasokan dolar AS akan meningkat signifikan pada Juni 2026. Kondisi itu diyakini dapat membantu stabilisasi rupiah dalam jangka pendek.
“Kalau saya bilang, pemain valas cepat-cepat jual lah. Kami akan dorong rupiah ke arah Rp15.000,” katanya.
Selain intervensi di pasar valas, pemerintah juga masuk ke pasar obligasi untuk menjaga yield surat utang negara tidak melonjak terlalu tinggi. Langkah tersebut dilakukan agar investor asing tidak mengalami tekanan besar dan memilih keluar dari pasar domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









