1 Dollar Berapa Rupiah Hari Ini? Nilainya Makin Anjlok!

AKURAT.CO Nilai tukar Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah Indonesia pada hari ini, Jumat (15/5/2026), menunjukkan tren penguatan yang signifikan hingga menembus angka Rp17.600 per dolar.
Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang memberikan tekanan besar terhadap mata uang Garuda.
Berikut penjelasan mengenai pergerakan kurs dan faktor penyebab pelemahan Rupiah.
Pergerakan Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini
Pada perdagangan hari ini, Jumat (15/5/2026), nilai tukar Rupiah Indonesia terpantau berada di kisaran yang cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan data pasar real-time, kurs USD/IDR sempat menyentuh level tertinggi di angka 17.604.
Angka ini menunjukkan kelanjutan dari tren pelemahan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, di mana pada 14 Mei 2026 kurs ditutup pada level 17.497,5.
Peningkatan nilai tukar ini mencerminkan volatilitas yang tinggi di pasar valuta asing. Sebagai perbandingan, nilai tukar rata-rata sepanjang tahun 2026 berada di kisaran Rp16.962,82, yang berarti posisi hari ini jauh melampaui rata-rata tahunan tersebut.
Pergerakan hari ini juga menunjukkan selisih yang lebar jika dibandingkan dengan titik terendah pada awal Januari 2026 yang sempat berada di level Rp16.673,88.
Faktor Utama Penyebab Pelemahan Rupiah
Terdapat beberapa faktor fundamental dan eksternal yang menyebabkan kurs dollar melonjak tinggi terhadap Rupiah pada pertengahan Mei 2026 ini.
Salah satu pemicu utama adalah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat yang tetap tinggi, menarik minat investor untuk mengalihkan aset mereka ke dalam mata uang dollar.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi internasional secara umum telah membuat Rupiah menjadi salah satu mata uang yang paling terdampak.
1. Ketegangan Geopolitik Global
Situasi geopolitik yang memanas juga memberikan kontribusi negatif terhadap stabilitas nilai tukar. Konflik di Timur Tengah, khususnya perebutan kendali atas Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran, telah meningkatkan risiko pasar.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan pasokan energi global dan membuat investor cenderung mencari aset yang lebih aman (safe haven) seperti Dollar AS.
2. Kondisi Ekonomi Domestik
Di sisi domestik, Rupiah menghadapi tekanan karena kinerja neraca pembayaran yang dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas.
Selama sebulan terakhir, mata uang Indonesia ini telah mencatatkan pelemahan sebesar 2,28%.
Tekanan yang terus menerus ini bahkan menempatkan Rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di dunia pada periode Mei 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








