Investor Pasar Modal RI Tembus 26,8 Juta SID

AKURAT.CO Jumlah investor pasar modal Indonesia terus melonjak di tengah tekanan global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) per awal 2026 telah mencapai 26,8 juta investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kenaikan investor domestik menjadi bantalan penting bagi pasar modal Indonesia saat terjadi gejolak eksternal.
“Tadi saya dapat update, angka terkini jumlah investor Indonesia sudah 26,8 juta SID. Sejak akhir tahun sudah nambah 6,4 juta investor, ini luar biasa,” ujar Friderica dalam Investor Relations Forum 2026, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: OJK Kebut Demutualisasi Demi Perkuat Tata Kelola Saham RI
Menurutnya, peningkatan jumlah investor ritel domestik selama beberapa tahun terakhir menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
“Ketika terjadi dinamika dan gejolak dari luar Indonesia, sementara fundamental kita baik, maka investor domestik inilah yang menjadi penopang market kita,” katanya.
Kenaikan investor domestik terjadi di tengah tekanan global yang memicu volatilitas pasar keuangan dunia. OJK mencatat pasar modal Indonesia sempat terkena sentimen negatif usai pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada akhir Januari 2026.
Selain itu, pasar juga dibayangi penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan Fitch Ratings.
Tekanan semakin besar setelah pecah konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel pada Februari 2026 yang berdampak pada lonjakan harga energi global serta volatilitas nilai tukar.
Friderica mengatakan capital outflow yang terjadi di pasar domestik bukan hanya dialami Indonesia, melainkan hampir seluruh negara berkembang atau emerging markets.
“Tekanan ini tidak hanya menjadi tantangan di Indonesia market, tetapi menjadi bagian dari dinamika global yang juga dialami berbagai negara lain,” ujarnya.
Meski demikian, OJK menilai ekonomi domestik masih menunjukkan ketahanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).
Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan kuartal IV-2025 sebesar 5,39% dan menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia. “Capaian ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik,” kata Friderica.
OJK menilai bertambahnya investor domestik juga menjadi peluang pendalaman pasar keuangan nasional. Selama ini, pasar modal Indonesia dinilai masih sangat bergantung pada investor asing, sehingga rentan terhadap arus modal keluar saat terjadi gejolak global.
Dalam sejarah pasar modal Indonesia, tekanan akibat capital outflow asing pernah memicu koreksi tajam IHSG pada krisis global 2008, taper tantrum 2013, pandemi Covid-19 tahun 2020, hingga gejolak suku bunga global 2022-2023.
Karena itu, penguatan basis investor domestik dianggap menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk memperkuat stabilitas pasar.
Selain memperbesar basis investor, OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga tengah menjalankan reformasi integritas pasar modal.
Friderica menyebut regulator telah menyelesaikan delapan program reformasi, termasuk keterbukaan pemegang saham di atas 1%, granularitas data investor dari 9 menjadi 39 klasifikasi, hingga revisi aturan free float.
“Semua hal itu sudah selesai kita lakukan untuk memperkuat kepercayaan dan kredibilitas pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Di tengah tekanan global, OJK juga mencatat mulai terjadi aliran dana asing masuk atau inflow sebesar Rp12,29 triliun pada bulan ini.
OJK berharap kombinasi reformasi pasar, pertumbuhan ekonomi domestik, dan kenaikan jumlah investor ritel dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap Indonesia dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










