Likuiditas Pasar Kripto Melemah di Maret 2026, Derivatif Justru Menguat ke Rp4,36 Triliun

AKURAT.CO Aktivitas perdagangan aset kripto domestik menunjukkan divergensi pada Maret 2026. Di tengah penurunan transaksi pasar spot, segmen derivatif justru mencatat penguatan volume, mencerminkan pergeseran preferensi pelaku pasar ke instrumen berisiko tinggi.
Data Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) per 31 Maret 2026 menunjukkan volume perdagangan pasar spot turun menjadi Rp22,2 triliun dari Rp24,33 triliun pada Februari. Sebaliknya, volume pasar derivatif meningkat dari Rp3,88 triliun menjadi Rp4,36 triliun dalam periode yang sama.
Secara year-to-date (YTD), nilai transaksi spot telah mencapai Rp75,8 triliun, sementara derivatif sebesar Rp12,5 triliun, mengindikasikan kontribusi derivatif yang semakin signifikan dalam struktur pasar.
Baca Juga: CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto ke Mahasiswa FEB UI
Basis Investor dan Produk Terus Bertambah
Dari sisi struktur industri, jumlah pedagang aset keuangan digital tercatat sebanyak 25 entitas dengan total 1.464 aset kripto yang diperdagangkan. Sementara itu, terdapat 40 kontrak derivatif aktif yang menjadi pilihan investor untuk berspekulasi maupun lindung nilai.
Dominasi Aset Utama, Munculnya Token Spekulatif
Aset dengan volume transaksi terbesar masih didominasi oleh stablecoin dan kripto berkapitalisasi besar seperti Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Namun, kemunculan token seperti Pippin (PIPPIN) di daftar volume tinggi menandakan meningkatnya minat terhadap aset spekulatif.
Di pasar derivatif, kontrak perpetual berbasis pasangan USDT seperti BTCUSDT-PERP dan ETHUSDT-PERP tetap menjadi tulang punggung likuiditas. DisusulSOLUSDT-PERP, DOGEUSDT-PERP dan PEPEUSDT-PERP/
Volatilitas Tinggi Warnai Performa Aset
Maret juga diwarnai lonjakan ekstrem pada sejumlah aset. Token SIREN mencatat kenaikan tertinggi hingga 224%, diikuti BANANAS31 189% dan NKN 115%, BR 112% dan NAORIS 107%.
Namun, sisi sebaliknya menunjukkan risiko yang tak kalah besar. PIPPIN terkoreksi tajam hingga 91%, disusul Solar (SXP) -82% dan Arena-Z -80%, The White Whale -75% serta CAST -72%.
Indikasi Pergeseran Strategi Investor
Penurunan volume di pasar spot di tengah kenaikan derivatif mengindikasikan perubahan strategi investor dari akumulasi aset ke arah trading jangka pendek berbasis leverage. Pola ini umumnya muncul dalam fase pasar yang tidak pasti, ketika pelaku pasar mencari peluang dari volatilitas harga ketimbang pertumbuhan fundamental.
Sebagai bursa kripto yang berada di bawah pengawasan regulator, CFX menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML), sekaligus memperkuat infrastruktur perdagangan untuk menopang pertumbuhan volume dan kompleksitas produk.
Outlook
Ke depan, arah pasar kripto domestik akan sangat ditentukan oleh stabilitas harga global serta dinamika regulasi. Jika volatilitas tetap tinggi, instrumen derivatif berpotensi terus mendominasi, meski di sisi lain meningkatkan eksposur risiko bagi investor ritel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi









