KUR BRI 2025 Tembus Rp178,08 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi 44,97 Persen

AKURAT.CO Sebagai bank dengan mandat kuat pada sektor kerakyatan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025. Sepanjang Januari–Desember 2025, penyaluran KUR BRI mencapai Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia.
Angka ini memperkuat peran BRI dalam mendukung pembiayaan UMKM, khususnya sektor pertanian yang menjadi kontributor terbesar. Di saat yang sama, BRI juga agresif menyalurkan KPR subsidi melalui skema FLPP sebagai bagian dari program 3 juta rumah pemerintah.
Data ini menunjukkan bahwa strategi BRI tidak hanya berfokus pada ekspansi kredit, tetapi juga pada penguatan sektor riil dan ekonomi kerakyatan. Fokus pada KUR sektor pertanian, KPR subsidi FLPP, hingga penyaluran bantuan sosial menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Pertanian Jadi Penopang Utama
Sepanjang 2025, BRI menyalurkan KUR senilai Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur. Dari total tersebut, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97% dari total penyaluran.
Baca Juga: BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Perkuat Relasi Nasabah di Momentum Tahun Kuda Api
Dominasi sektor pertanian dalam penyaluran KUR BRI menegaskan arah kebijakan pembiayaan yang berpihak pada penguatan ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan konsistensi tersebut. “BRI dari dulu memang menjadi tulang punggung penyaluran KUR. Sektor pertanian menjadi fokus utama karena memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” ujar Hery dalam Konferensi Pers yang dilakukan secara daring, Kamis (26/2/2026).
Penyaluran KUR ke sektor produktif, khususnya pertanian, dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, stabilitas harga pangan, dan pertumbuhan ekonomi regional.
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun untuk 118 Ribu Debitur
Selain memperkuat pembiayaan UMKM melalui KUR, BRI juga berperan aktif dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga akhir 2025, BRI telah menyalurkan KPR subsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di berbagai wilayah Indonesia.
Skema FLPP ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut bertujuan memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Memasuki 2026, BRI menargetkan pembiayaan sekitar 60 ribu unit rumah bersubsidi. Target ini mencerminkan optimisme terhadap permintaan KPR subsidi sekaligus komitmen perseroan dalam memperluas inklusi pembiayaan perumahan.
Dari MBG hingga Bansos Non-Tunai
Peran BRI tidak berhenti pada penyaluran KUR dan KPR subsidi. Perseroan juga terlibat dalam berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta penyaluran bantuan sosial non-tunai seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
Keterlibatan dalam program-program tersebut memperkuat posisi BRI sebagai bank dengan jaringan luas yang mampu menjangkau hingga pelosok daerah. Dukungan terhadap sektor riil menjadi fondasi strategi jangka panjang perusahaan.
Menurut Hery, keberpihakan terhadap sektor riil bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan arah kebijakan berkelanjutan. “Melalui dukungan terhadap UMKM dan pembiayaan perumahan, kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan realisasi KUR Rp178,08 triliun dan penyaluran KPR subsidi Rp16,16 triliun sepanjang 2025, BRI mempertegas posisinya sebagai motor pembiayaan sektor kerakyatan. Fokus pada sektor pertanian dan perumahan subsidi menunjukkan strategi yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini










