Cara Mengajukan KPR Yang Tepat, Simak Penjelasannya

AKURAT.CO - Sudah menemukan rumah idaman dan punya rencana membelinya menggunakan skema KPR? Anda wajib tahu cara mengajukan KPR berikut ini agar pengajuan KPR lancar dan tidak ditolak oleh bank.
Apa Itu KPR?
KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada nasabah untuk membeli rumah dengan sistem cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Secara umum, KPR terdiri dari KPR Subsidi dengan bunga dan DP lebih ringan namun terbatas, serta KPR Non-Subsidi yang lebih fleksibel mengikuti kebijakan bank. Dari sisi akad, ada KPR Konvensional yang menerapkan sistem bunga (fixed atau floating) dan KPR Syariah dengan sistem cicilan tetap bunga. Memahami perbedaannya membantu Anda memilih KPR sesuai kondisi finansial.
Apa Saja Syarat Mengajukan KPR Rumah?
Sebelum memahami cara mengajukan KPR, pastikan Anda memenuhi syarat umum berikut:
Syarat Umum
-Warga Negara Indonesia (WNI)
-Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
-Masa kerja minimal 1–2 tahun
-Memiliki riwayat kredit yang baik
Dokumen yang Dibutuhkan:
-KTP dan Kartu Keluarga
-NPWP
-Slip gaji 3 bulan terakhir / laporan usaha
-Rekening koran 3 bulan terakhir
-Surat keterangan kerja
-Dokumen legalitas properti
-Formulir pengajuan
Bagaimana Cara Mengajukan KPR Rumah?
Berikut urutan cara mengajukan KPR yang tepat agar peluang disetujui bank lebih besar.
1. Menentukan Budget Ideal Rumah
Jika sejak awal Anda berencana beli rumah menggunakan metode KPR, ada baiknya Anda mencoba fitur budget ideal di aplikasi Pinhome. Fitur ini dapat membantu Anda memilih budget rumah yang tepat sesuai kemampuan cicilan.
Idealnya, besaran cicilan yang diajukan tidak boleh lebih dari 30–40% dari total penghasilan bulanan. Pertimbangkan juga biaya tambahan seperti asuransi dan biaya administrasi.
2. Pilih Rumah dan Cek Legalitasnya
Setelah mengetahui budget ideal, gunakan aplikasi Pinhome untuk memudahkan Anda mencari rekomendasi rumah. Pastikan rumah yang Anda pilih memiliki dokumen lengkap seperti SHM atau HGB dan tidak dalam sengketa. Legalitas yang jelas dapat mempercepat proses persetujuan bank.
3. Coba Simulasi KPR
Lakukan simulasi cicilan berdasarkan tenor dan suku bunga yang ditawarkan bank. Langkah ini membantu memastikan cicilan tetap stabil. Gunakan simulasi KPR Pinhome untuk menghitung estimasi angsuran hingga biaya akad, dan membandingkan penawaran berbagai bank dengan cepat dan mudah.
4. Siapkan DP KPR
Semakin besar DP, semakin ringan cicilan dan risiko penolakan lebih kecil. Biasanya besaran DP rumah yang berpeluang disetujui bank itu berkisar 10–20% dari harga rumah untuk KPR non-subsidi.
5. Siapkan Dokumen yang Lengkap dan Ajukan KPR
Lengkapi seluruh dokumen lalu ajukan KPR ke bank pilihan atau bisa ajukan via online melalui platform seperti Pinhome yang dapat membantu Anda dalam mempersiapkan dokumen hingga mengajukan ke bank pilihan, keuntungan lainnya adalah Anda juga bisa berkonsultasi secara gratis dengan profesional.
Setelah pengajuan dikirim, biasanya bank akan melakukan analisis kredit dan pengecekan riwayat finansial.
6. Tanda Tangan Akad KPR
Jika disetujui, Anda akan menandatangani akad kredit di hadapan notaris. Setelah itu, proses pencairan dana ke penjual dilakukan dan cicilan resmi berjalan.
Memahami cara mengajukan KPR secara runtut dapat mempercepat proses sekaligus meminimalkan risiko penolakan
Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank
Pastikan skor kredit dalam kondisi baik, hindari memiliki terlalu banyak cicilan aktif, dan siapkan DP lebih besar jika memungkinkan. Selain itu, pastikan data penghasilan konsisten antara slip gaji dan rekening koran.
Untuk mempermudah proses, Pinhome memberikan konsultasi KPR gratis untuk membantu Anda memilih bank yang tepat serta meningkatkan peluang pengajuan KPR disetujui bank. Ajukan KPR lebih mudah via Pinhome, coba simulasikan cicilan dan ajukan sekarang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





