Misbakhun Dorong BI Lebih Agresif Jaga Stabilitas Rupiah
Hefriday | 5 Februari 2026, 19:13 WIB

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai, Bank Indonesia (BI) perlu mengambil langkah yang lebih berani dan taktis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas global.
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah saat ini bukan cerminan lemahnya fundamental ekonomi nasional, melainkan dampak kombinasi kebijakan global dan sentimen pasar.
Misbakhun mengatakan, kondisi eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi The Federal Reserve yang bertahan lebih lama (high for longer) serta meningkatnya tensi geopolitik global menuntut respons kebijakan moneter yang tidak biasa.
Dalam situasi tersebut, ia menilai otoritas moneter tidak bisa bersikap pasif dengan hanya menunggu mekanisme pasar bekerja secara alami.
“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif, namun tetap terukur, baik di pasar valas maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar,” ujar Misbakhun, Rabu (4/2/2026).
“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif, namun tetap terukur, baik di pasar valas maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar,” ujar Misbakhun, Rabu (4/2/2026).
Dirinya menekankan BI memiliki ruang kebijakan yang memadai untuk meredam tekanan nilai tukar. Dengan instrumen moneter yang lengkap serta posisi cadangan devisa yang kuat, BI dinilai mampu memastikan rupiah tidak tertekan berlebihan hingga berdampak pada sektor riil dan daya beli masyarakat.
Menurut Misbakhun, stabilisasi nilai tukar rupiah tidak semata-mata soal menjaga level kurs tertentu, melainkan juga menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.
Persepsi pasar, kata dia, menjadi faktor krusial dalam menentukan arus modal masuk dan keluar. “Stabilitas rupiah itu soal kepercayaan. Kalau volatilitas terlalu tinggi, pelaku pasar akan bersikap wait and see, bahkan menarik dananya. Ini yang harus dicegah,” katanya.
Untuk itu, Komisi XI DPR RI mendorong optimalisasi instrumen moneter berbasis pasar, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna menarik kembali capital inflow sekaligus menahan laju capital outflow. Instrumen tersebut dinilai efektif sebagai penyangga stabilitas di tengah gejolak global.
Di sisi lain, Misbakhun menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif, inflasi yang terjaga dalam kisaran target, serta kinerja neraca perdagangan yang relatif kuat dibandingkan negara-negara sejawat.
“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah tekanan global yang dialami banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Ini modal besar yang harus terus dikapitalisasi,” ujarnya.
Misbakhun juga menambahkan, stabilisasi nilai tukar yang efektif akan memastikan capaian ekonomi tersebut tidak terganggu oleh gejolak jangka pendek di pasar keuangan.
Misbakhun juga menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal dan mendukung langkah strategis BI serta pemerintah dalam menjaga bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk memitigasi risiko global sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Koordinasi yang solid antara pemerintah dan bank sentral sangat krusial agar ekonomi tetap berada di jalur yang tepat, meski tekanan global terus meningkat,” tukasnya.
Untuk itu, Komisi XI DPR RI mendorong optimalisasi instrumen moneter berbasis pasar, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna menarik kembali capital inflow sekaligus menahan laju capital outflow. Instrumen tersebut dinilai efektif sebagai penyangga stabilitas di tengah gejolak global.
Di sisi lain, Misbakhun menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif, inflasi yang terjaga dalam kisaran target, serta kinerja neraca perdagangan yang relatif kuat dibandingkan negara-negara sejawat.
“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah tekanan global yang dialami banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Ini modal besar yang harus terus dikapitalisasi,” ujarnya.
Misbakhun juga menambahkan, stabilisasi nilai tukar yang efektif akan memastikan capaian ekonomi tersebut tidak terganggu oleh gejolak jangka pendek di pasar keuangan.
Misbakhun juga menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal dan mendukung langkah strategis BI serta pemerintah dalam menjaga bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk memitigasi risiko global sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Koordinasi yang solid antara pemerintah dan bank sentral sangat krusial agar ekonomi tetap berada di jalur yang tepat, meski tekanan global terus meningkat,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








