Menkeu Purbaya: Rupiah Menguat karena Efektivitas Kebijakan BI bukan Karena Thomas

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan nilai tukar rupiah tidak semata-mata dipicu oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Ia menegaskan, faktor utama berasal dari langkah kebijakan bank sentral yang dinilai semakin efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Menurut Purbaya, kinerja BI dalam mengelola pasar valuta asing menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu singkat. Hal tersebut tercermin dari penguatan rupiah yang terjadi pada pembukaan perdagangan Selasa (27/1).
Baca Juga: Coretax Ditambah Bandwidth, Menkeu Purbaya Target Gangguan Tuntas April
“Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah bank sentral (BI) sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan. Kita serahkan semuanya ke bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar, dan kita percaya mereka mampu. Dalam waktu sebentar saja rupiah sudah menguat,” ujar Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta.
Pada perdagangan Selasa pagi, rupiah tercatat menguat 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp16.780 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS.
Purbaya menilai kepercayaan terhadap otoritas moneter menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar. Dengan kebijakan yang dinilai tepat, ia optimistis stabilitas nilai tukar dapat terus terjaga.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tetap mendukung dari sisi fiskal agar fondasi ekonomi domestik semakin kuat. Menurutnya, kondisi fundamental yang terjaga akan meningkatkan kepercayaan investor dan turut menopang penguatan rupiah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Klaim Rupiah Masih di Jalur Penguatan
“Fondasi akan membaik terus ke depan dan investor melihat itu. Mereka masuk ke sini, rupiah ikut menguat dengan signifikan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026–2031.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







