AKURAT.CO Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan. Rupiah mengapresiasi 0,25% ke level Rp16.780 per USD di pasar spot, Senin (26/1/2026). Penguatan ini sejalan dengan tren positif mata uang Asia yang mendapat sentimen dari melemahnya dolar AS secara global.
Pelemahan dolar terjadi di tengah meningkatnya spekulasi pasar terkait potensi intervensi valuta asing Amerika Serikat dan Jepang untuk menahan pelemahan yen. Situasi tersebut menggeser arah aliran dana global, mendorong investor melepas dolar AS dan beralih ke aset serta mata uang alternatif.
Tak hanya pasar valas, sentimen risk-off juga tercermin dari lonjakan harga emas yang menembus level psikologis USD5.000 per troy ons, menandakan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Dolar AS Tertekan Isu Intervensi The Fed–Jepang
Dolar AS kehilangan daya tarik setelah pasar menangkap sinyal kuat kemungkinan koordinasi intervensi antara The Federal Reserve (The Fed) dan Kementerian Keuangan Jepang. Spekulasi tersebut muncul menyusul laporan rate-check di Jepang yang dirilis akhir pekan lalu.
Indeks spot dolar Bloomberg tercatat turun 0,5%, menyentuh level terendah sejak September tahun lalu. Pelemahan ini mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar global.
“Peluang terjadinya intervensi valuta asing antara The Fed dan Kementerian Keuangan Jepang meningkat signifikan setelah laporan rate-check pada Jumat,” ujar Analis Fixed Income di State Street Investment Management, Masahiko Loo, dikutip dari Bloomberg Senin (26/1/2026).
Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Ikut Terkerek
Tekanan terhadap dolar AS memberi ruang bagi mata uang Asia untuk menguat. Yen Jepang memimpin penguatan, diikuti oleh ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Di kawasan Asia Timur, won Korea Selatan turut mencatat penguatan, seiring meredanya tekanan eksternal dari dolar AS. Rupiah pun ikut menikmati limpahan sentimen positif tersebut, mencerminkan perbaikan persepsi investor terhadap aset di pasar berkembang.
Harga Emas Tembus USD5.000, Investor Cari Safe Haven
Selain pasar mata uang, reli kuat juga terjadi di pasar komoditas. Harga emas melesat melampaui USD5.000 per troy ons, mencetak rekor psikologis baru. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian arah kebijakan global.
Ketidakpastian tersebut salah satunya dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global. Kondisi ini membuat investor cenderung mengamankan portofolio mereka ke emas.
Intervensi BI dan Suku Bunga Jadi Penopang Rupiah
Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga ditopang oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing. Selain itu, keputusan BI untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75% turut memperkuat kepercayaan pelaku pasar.
Sinyal kebijakan moneter yang konsisten dan terukur dari BI dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus meredam tekanan eksternal yang berasal dari dinamika global.
Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada dinamika hubungan dolar AS dan yen Jepang, terutama setelah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang pekan lalu yang sempat mengguncang pasar pendapatan tetap global.
Selain itu, pasar juga menanti pengumuman kebijakan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pekan ini. Keputusan tersebut akan menjadi katalis penting bagi pergerakan dolar AS, mata uang Asia, termasuk rupiah, serta arah aliran dana global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









