AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa Bank Indonesia (BI) perlu terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada level moderat yang mencerminkan penguatan fundamental dan kapasitas ekonomi nasional.
Menurutnya, meskipun tekanan global meningkat, kondisi ekonomi Indonesia secara struktural berada dalam posisi yang solid dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
"Menjaga stabilitas nilai tukar memang bukan pekerjaan mudah, terutama di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Namun Indonesia memiliki basis ekonomi yang relatif stabil dibandingkan banyak negara lain," ujarnya saat ditemui usai acara penyerahan dana di Gedung AA Maramis, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Tingkat Pemulihan Dana Korban Penipuan Online Tembus 5 Persen, Misbakhun Apresiasi OJK
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di kisaran 4,8 hingga 5 persen secara tahunan (year on year/yoy), serta inflasi yang tetap terkendali pada level rendah.
Dari sisi eksternal, Misbakhun menilai ketahanan ekonomi Indonesia juga tercermin dari kuatnya cadangan devisa yang ditopang oleh surplus transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang positif.
"Seluruh komponen neraca pembayaran menunjukkan posisi yang sehat, sehingga mampu menjadi bantalan (buffer) terhadap tekanan eksternal, termasuk gejolak pasar global dan arus modal asing," tegasnya.
Dirinya menilai pelemahan rupiah yang terjadi belakangan lebih dipengaruhi oleh sentimen global dibandingkan faktor domestik. Menurut Misbakhun, kondisi fundamental Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan.
Karena itu, ia mendorong agar penguatan komunikasi kebijakan terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Terkait isu pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia, Misbakhun menegaskan bahwa dinamika tersebut tidak berkorelasi langsung dengan pergerakan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Misbakhun Tegaskan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI Sesuai Aturan
"Proses pengajuan pejabat bank sentral merupakan kewenangan Gubernur BI yang kemudian disampaikan kepada Presiden, sehingga tidak semestinya memicu kekhawatiran pasar," ujarnya.
Sebagai informasi, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20–21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%. Kebijakan tersebut konsisten dengan fokus BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Suku bunga acuan tercatat tidak berubah sejak September 2025, setelah sebelumnya dipangkas total 125 basis poin sepanjang 2025.
Nilai tukar rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat di level Rp16.945 per USD, melemah 1,53% secara point to point dibandingkan akhir Desember 2025. BI mencatat pelemahan tersebut dipicu oleh aliran keluar modal asing seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, serta naiknya permintaan valuta asing oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan aktivitas ekonomi.
Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI terus meningkatkan intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar offshore non-delivery forward (NDF), domestic non-delivery forward (DNDF), serta pasar spot.
BI meyakini rupiah akan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, didukung imbal hasil aset domestik yang menarik, inflasi yang rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap positif.
Selain itu, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 diprakirakan tetap solid, ditopang surplus neraca perdagangan yang pada November 2025 tercatat sebesar USD2,7 miliar.
Posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Desember 2025 juga meningkat menjadi USD156,5 miliar memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









