Bitcoin Jaga Support USD95.000, Market Kripto Masih Loyo

AKURAT.CO Pasar aset kripto masih bergerak di zona merah pada perdagangan akhir pekan, dengan total kapitalisasi pasar menunjukkan kecenderungan melemah.
Data terbaru mencatat total market cap kripto turun sekitar USD8,8 miliar dalam 24 jam terakhir dan kini berada di kisaran USD3,19 triliun.
Meski demikian, level ini masih bertahan di atas area support krusial USD3,18 triliun yang menjadi penentu arah jangka pendek pergerakan pasar.
Baca Juga: Pertanyakan Cadangan Aset Kripto Indodax, OJK Diminta Tegakkan Aturan
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (18/1/2026) minimnya volatilitas selama akhir pekan menjadi cerminan sikap wait and see dari pelaku pasar setelah fluktuasi tajam sebelumnya. Tidak terlihat tekanan jual agresif, yang mengindikasikan fase konsolidasi masih berlangsung.
Jika sentimen global dan makro membaik pada awal pekan, peluang pemulihan menuju area resistance USD3,21 triliun tetap terbuka, sekaligus memulihkan kepercayaan jangka pendek investor.
Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin masih menunjukkan ketahanan dengan bertahan di atas level psikologis USD95.000. Pada saat publikasi, harga Bitcoin berada di kisaran USD95.109 setelah gagal menembus resistance tren naik.
Posisi ini dinilai krusial untuk menjaga struktur pasar jangka pendek tetap sehat di tengah sentimen yang cenderung hati-hati.
Apabila Bitcoin mampu memantul dari area USD95.000, potensi reli menuju USD98.000 masih terbuka. Level tersebut menjadi resistance kuat yang, jika ditembus, berpeluang membawa harga Bitcoin menguji area USD100.000.
Namun, skenario bullish ini sangat bergantung pada konsistensi arus beli dan sentimen positif pasar global.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support US$95.000 berisiko memicu tekanan jual lanjutan. Penurunan di bawah level tersebut berpotensi menyeret harga Bitcoin ke area USD93.471, bahkan hingga USD91.298, yang menandakan meningkatnya aversi risiko di pasar aset kripto secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








