Permata Bank Kaji Paylater, Tetap Utamakan Kualitas Kredit

AKURAT.CO PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) membuka peluang pengembangan produk buy now pay later (BNPL) atau pay later sebagai bagian dari penguatan bisnis konsumer, namun dengan pendekatan kehati-hatian.
Perseroan menegaskan, rencana tersebut masih dalam tahap asesmen internal sekaligus mencermati arah kebijakan terbaru regulator.
Division Head Consumer Lending Permatabank, Haryanto mengatakan, kajian pay later dilakukan secara menyeluruh agar sejalan dengan manajemen risiko dan profil nasabah perseroan.
Baca Juga: PermataBank Jadi Sponsor Utama GJAW 2025
Menurutnya, Permata Bank tidak ingin terburu-buru meluncurkan produk baru tanpa landasan mitigasi risiko yang matang.
“Paylater masih kami asesmen, termasuk menyesuaikan dengan kebijakan terbaru dari regulator. Kami ingin memastikan produk ini sehat dan berkelanjutan,” ujar Haryanto saat ditemui usai konferensi pers Permata Bank x Japan Airlines (JAL) Travel Fair Fase 1-2026 di Jakarta, Rabu.
Di tengah kajian tersebut, prospek bisnis konsumer Permata Bank pada tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan aktivitas ekonomi nasabah turut menopang permintaan kredit, terutama pada produk kartu kredit, personal loan, kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor.
Selain konsumer ritel, segmen pengusaha atau SME tetap menjadi motor pertumbuhan. Permata Bank memfokuskan strategi pada penguatan transaksi usaha melalui layanan cash management, kredit modal kerja, serta solusi perbankan terintegrasi lainnya.
Untuk ritel, strategi tidak hanya diarahkan ke sektor pariwisata, tetapi juga otomotif. Keterlibatan Permata Bank sebagai sponsor utama Gaikindo Jakarta Auto Week menjadi bagian dari upaya menangkap potensi pembiayaan kendaraan dan memperluas ekosistem transaksi nasabah.
Baca Juga: PermataBank Gandeng Japan Airlines Helar Travel Fair 2025
Dari sisi daya beli, Haryanto menilai kredit konsumer Permata Bank relatif terjaga karena mayoritas nasabah berada di segmen menengah ke atas, sehingga dampak pelemahan ekonomi dinilai lebih terbatas.
Kinerja keuangan juga mencerminkan kondisi yang solid. Hingga September 2025, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,4% secara tahunan menjadi Rp158,9 triliun.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,1% dan loan at risk (LAR) di level 7,0%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







