IHSG Rawan Profit Taking, Sentimen Global Jadi Perhatian

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan kecenderungan konsolidasi.
Pergerakan indeks diproyeksikan berada di kisaran support 8.850–8.900 dan resistance 8.970–9.000, seiring mulai melemahnya momentum beli setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026), IHSG tercatat menguat 0,13% ke level 8.944,8. Sepanjang sesi, indeks sempat mencetak rekor intraday baru dengan menyentuh level 8.970, mencerminkan masih adanya minat beli meski mulai selektif.
Baca Juga: Hipmi: Penguatan IHSG Jangan Berhenti di Investor Besar
Dari sisi sektoral, saham-saham sektor perindustrian menjadi penopang utama penguatan pasar. Sebaliknya, sektor transportasi justru mengalami tekanan paling dalam dan mencatatkan koreksi terbesar pada perdagangan kemarin.
Sentimen eksternal turut memberi warna pada pergerakan pasar domestik. Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan dan ditutup di kisaran Rp16.780 per USD di pasar spot, sejalan dengan tekanan yang dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Phintraco Sekuritas menilai meningkatnya kembali ketidakpastian geopolitik global menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor. Risiko tersebut muncul seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan mengakuisisi Greenland, sehingga memicu kehati-hatian pelaku pasar global.
Dari sisi teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan histogram positif yang menguat. Namun demikian, Phintraco Sekuritas mencatat adanya tanda-tanda perlambatan momentum beli, dengan Stochastic RSI yang telah berada di area jenuh beli atau overbought.
“Kondisi ini membuka peluang terjadinya aksi ambil untung dalam jangka pendek, terutama apabila tensi geopolitik global kembali meningkat,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berfluktuasi di area support dan resistance terdekat.
Baca Juga: Fiskal-Moneter Kian Akur, Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 di 2026
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati rencana pemerintah untuk memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.
Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, setelah harga komoditas tersebut tertekan akibat kelebihan suplai pada tahun sebelumnya.
Langkah pengendalian produksi tersebut dinilai berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham-saham di sektor pertambangan, khususnya emiten batu bara dan mineral, karena diharapkan dapat mendukung pemulihan harga komoditas ke depan.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari sektor pangan. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, serta menyatakan komitmen pemerintah untuk merealisasikan swasembada pada komoditas pangan lainnya secara bertahap setiap tahun.
Keberhasilan tersebut dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan saat ini, dan berpotensi memberi dampak lanjutan bagi emiten-emiten terkait sektor pertanian dan pangan.
Pelaku pasar juga akan menantikan rilis data ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari domestik, data cadangan devisa Indonesia periode Desember 2025 dijadwalkan diumumkan pada Kamis (8/1/2026).
Sementara dari Jepang, data consumer confidence Desember diperkirakan membaik ke level 38,1 dari 37,5 pada November 2025.
Adapun dari kawasan Eropa, sejumlah indikator ekonomi akan dirilis, antara lain economic sentiment, tingkat pengangguran, dan consumer confidence. Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar global dan arah pergerakan IHSG.
Untuk perdagangan Kamis (8/1/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham AADI, ADRO, JSMR, BUKA, dan PGEO sebagai pilihan trading jangka pendek, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah potensi volatilitas pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








