Dorong Penempatan 500 Ribu Pekerja Migran, Pemerintah Fokus Perluas Akses KUR

AKURAT.CO Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mendorong Bank Jawa Barat (BJB) untuk memperkuat dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran guna menyukseskan target nasional penempatan 500 ribu pekerja migran pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Target tersebut akan diwujudkan melalui Program SMK Global 2026, yang menyiapkan penempatan 300 ribu lulusan SMK/SMA dan 200 ribu masyarakat umum ke berbagai negara tujuan.
Christina menegaskan, KUR menjadi instrumen penting untuk mendukung calon pekerja migran yang tidak memiliki kemampuan membiayai pelatihan maupun pengurusan dokumen penempatan.
“Tidak semua calon pekerja mampu membiayai proses pelatihan. Karena itu, skema KUR harus diperkuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (7/11/2025).
Ia mengungkapkan, kewenangan anggaran KUR untuk pekerja migran di kementeriannya sedang berproses dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Seluruh skema KUR Pekerja Migran telah disiapkan, dengan total plafon Rp208 miliar, disalurkan melalui:
Baca Juga: Sepanjang 2025, Sebanyak 5.913 Calon Pekerja Migran Jalur Ilegal Berhasil Dicegah
-
Bank Artha Graha: Rp25 miliar
-
Bank Sinarmas: Rp25 miliar
-
Bank Jawa Barat (BJB): Rp45 miliar
-
Bank Jakarta: Rp100 miliar
Christina menyebut BJB telah menunjukkan komitmen dengan menyalurkan Rp13,3 miliar KUR Pekerja Migran pada 2024, khususnya untuk penempatan di Taiwan dan Jepang.
BJB juga memiliki agen collection di dua negara tersebut, serta jaringan cabang pembantu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Jakarta, dengan plafon pembiayaan hingga Rp45 juta per debitur.
Wamen P2MI turut mendorong BJB memperluas penyaluran KUR ke negara tujuan lain.
“Kami berharap BJB membuka akses KUR untuk pekerja migran di Hong Kong dan Singapura. Pembiayaan ini tidak hanya untuk pelatihan, tetapi juga membantu keberlangsungan hidup keluarga pekerja di Indonesia,” ujarnya.
Christina memastikan pemerintah terus memperkuat pelatihan bahasa, kompetensi, sertifikasi, serta penempatan melalui skema yang terintegrasi.
“Kami ingin perbankan mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan pelatihan dan penempatan. Pemerintah memiliki political will yang kuat untuk memperluas akses kerja layak di luar negeri,” tegasnya.
Baca Juga: Wali Kota Semarang Sambut Hangat Taruna dan Perwira Siswa AKPOL Jadi Warga Kehormatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








