Konsolidasi BUMN, 95 Persen Setoran Dividen Cuma Disumbang Oleh 8 Perusahaan

AKURAT.CO Belum lama ini, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkap rencana konsolidasi 8 asset management di bawah Danantara.
Tak hanya itu, anak cucu perusahaan BUMN pun hendak diefisiensi, termasuk pengambilalihan Pertamedika, unit usaha Pertamina di bidang layanan kesehatan atau Rumah Sakit.
Aksi ini bukan tanpa alasan, Danantara ingin mendorong konsolidasi perusahaan-perusahaan dengan lini bisnis serupa agar tak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan perusahaan yang lebih besar dan kompetitif di pasar regional.
Pandu menyebutkan saat ini mayoritas BUMN masih tidak efisien dan merugi. Ia mencotohkan, dari sisi kontribusi dividen, hanya ada 8 perusahaan yang konsisten menyumbang ke negara dengan porsi 95% dari total dividen BUMN. Mereka adalah BRI, Bank Mandiri, Mind ID, Pertamina, Telkom Indonesia, BNI, PLN dan Pupuk Indonesia.
Baca Juga: Restrukturisasi Besar-besaran, Danantara Pangkas 1.044 BUMN jadi 230 BUMN
"Dari 1.060 perusahaan yang ada di bawah Danantara, yang memberikan dividen,95 persen nya itu hanya datang dari 8, bahkan 52% bumn mencatat kerugian," papar Pandu.
Hal serupa dikemukakan oleh Pengamat BUMN dari FEB UI, Toto Pranoto, yang melihat setoran dividen BUMN masih sangat bergantung dan didominasi oleh segelintir perusahaan besar, terutama dari subsektor perbankan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan pertambangan.
"Ada ketimpangan kontribusi di antara BUMN. Sebagian besar lainnya mungkin kurang efisien atau bahkan merugi, sehingga tidak mampu menyetor dividen," ujarnya.
Tantangan lain, lanjut Toto, adalah Restrukturisasi dan Efisiensi. Beberapa BUMN karya menghadapi tantangan likuiditas dan efisiensi, yang secara langsung berdampak pada kemampuan mereka untuk memberikan kontribusi optimal, termasuk dalam bentuk setoran dividen.
Pangkas Jumlah BUMN
Sebelumnya Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan rencana pemangkasan ribuan BUMN menjadi hanya 200 an saja. Perampingan ini, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menginginkan kinerja dan kontribusi maksimal BUMN terhadap negara.
"Kita pun ingin membuat ini efektif, efisien dari seribu kita sudah review mungkin arahnya hanya sampai 230-340 BUMN. nantinya 5 tahun ke depan itu emang target dari kami gitu ya,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan, langkah pengurangan jumlah BUMN bukan semata-mata soal penyederhanaan angka, tetapi untuk menciptakan struktur yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kualitas.
"Karena we're not talking about numbers kita talking about quality dan juga saya bilang kalau di kita kita bukan bicara hanya profit and loss tapi kita lebih bicara apa sumber daya manusia,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









