Pasar Trading Kian Tumbuh, Finex Soroti Pentingnya Edukasi bagi Trader Ritel

AKURAT.CO PT Finex Bisnis Solusi Futures menilai pertumbuhan pesat pasar trading di Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan literasi bagi para pelaku ritel.
Broker forex yang berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) itu menyebut edukasi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem perdagangan berjangka yang lebih sehat.
Financial Analyst Finex, Brahmantya Himawan, mengatakan nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sepanjang 2024 mencapai Rp33,214 triliun, berdasarkan data internal perusahaan. Angka tersebut melonjak 29% dibandingkan periode sebelumnya.
“Kenaikan ini menunjukkan partisipasi ritel yang terus meluas. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti kualitas literasi yang memadai,” ujar Brahmantya di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: 3 Meme Coin Menguat di Tengah Lesunya Pasar Kripto
Menurutnyya, jumlah trader yang terus bertambah bukan jaminan meningkatnya kualitas ekosistem. “Trader yang bertahan bukan yang paling agresif, melainkan yang memahami risiko dan mampu mengelola keputusan dengan disiplin,” ujarnya.
Laporan Finex mencatat pertumbuhan aktivitas trading ditopang oleh semakin mudahnya akses menuju pasar derivatif. Kemunculan platform MT5, pilihan akun mikro, hingga dominasi penggunaan smartphone dinilai menurunkan ambang masuk bagi calon trader pemula.
Meski demikian, kemudahan akses tidak otomatis meningkatkan kemampuan analisis maupun pemahaman risiko.
Finex melihat perubahan perilaku pelaku pasar mulai terjadi beberapa tahun terakhir. Program edukasi seperti webinar, materi pembelajaran, dan analisis pasar yang disediakan pialang disebut mulai membantu trader memahami pentingnya manajemen risiko dalam aktivitas trading sehari-hari.
Tren ini dinilai ikut mendorong terciptanya pasar yang lebih stabil, tidak hanya dipengaruhi oleh spekulasi jangka pendek yang berpotensi memicu volatilitas berlebihan.
Baca Juga: Pasar Kripto Masih Tertekan, Bitcoin Anjlok ke USD90.000 dan SOON Terjun 34 Persen
Selain edukasi, penguatan kerangka regulasi turut menjadi faktor penting dalam memperbaiki tata kelola pasar berjangka. Implementasi segregated accounts, kewajiban pelaporan yang semakin ketat, serta perluasan pengawasan derivatif dan aset digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) disebut sebagai bukti konsolidasi regulasi secara menyeluruh.
“Edukasi kini berada di tengah-tengah upaya membangun pasar yang sehat. Semakin tinggi literasi, semakin matang ekosistem trading kita. Pialang dan regulator sama-sama punya tanggung jawab di sini,” kata Brahmantya.
Finex menegaskan bahwa kolaborasi antara pialang, regulator, dan pelaku industri diperlukan agar pertumbuhan pasar tidak hanya besar secara angka, tetapi juga kuat dari sisi kualitas.
Edukasi yang tepat, menurut perusahaan, akan menjadi fondasi bagi terciptanya pasar derivatif yang lebih berkelanjutan dan terlindungi dari risiko yang tidak perlu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas








