OJK Tegaskan Inovasi Digital Harus Sejalan dengan Penguatan Perlindungan Konsumen
Hefriday | 30 Oktober 2025, 20:24 WIB

AKURAT.CO Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan bahwa transformasi digital di sektor jasa keuangan harus berjalan seiring dengan penerapan inovasi yang bertanggung jawab.
Dirinya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan teknologi dengan perlindungan terhadap konsumen dan stabilitas sistem keuangan nasional.
“Kami meyakini bahwa transformasi digital harus dibangun dengan landasan kuat kepercayaan terhadap sistem, tata kelola, dan perlindungan konsumen. Oleh karena itu, inovasi, mitigasi risiko, dan tata kelola yang terpercaya harus berjalan beriringan,” ujar Mahendra dalam kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Financial Sector Expo (IFSE) 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Menurut Mahendra, kolaborasi antara OJK dan Bank Indonesia (BI) dalam penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2025 menjadi bentuk nyata sinergi nasional dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di Tanah Air.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat integrasi kebijakan lintas sektor, baik fiskal, moneter, maupun industri keuangan.
Mahendra menjelaskan bahwa transformasi digital di sektor keuangan tidak boleh sekadar mengejar kecepatan inovasi, tetapi juga harus menjamin keberlanjutan dan kepercayaan publik.
Oleh karena itu, OJK terus memperkuat fondasi pengaturan dan pengawasan berbasis teknologi untuk memastikan setiap inovasi tetap dalam koridor yang aman dan bertanggung jawab.
“Transformasi digital tanpa tata kelola yang kuat hanya akan menciptakan risiko baru. Karena itu, kami berkomitmen memperluas akses pembiayaan digital dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab,” katanya.
Sejalan dengan misi Asta Cita, Mahendra menegaskan bahwa penguatan sektor digital menjadi salah satu pilar dalam memperkuat kemandirian dan daya saing ekonomi nasional.
Dirinya menilai, melalui sinergi lintas lembaga dan dukungan kebijakan yang konsisten, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemimpin dalam ekosistem ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
OJK juga terus memperkuat pengawasan melalui pemanfaatan teknologi pengawasan (supervisory technology) dan integrasi data lintas sektor, sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih efisien, akurat, dan adaptif terhadap perubahan di industri keuangan digital.
Selain itu, OJK meningkatkan kerja sama dengan otoritas fiskal, moneter, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berintegritas tinggi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan yang tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Mahendra menambahkan, OJK berkomitmen menjadikan transformasi digital sebagai kekuatan baru ekonomi nasional yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemerataan manfaat.
“Kami ingin memastikan bahwa kemajuan digital tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga harus tampil sebagai penentu arah dan penggerak tata kelola ekonomi digital di tingkat regional.
Dengan kapasitas sumber daya manusia dan potensi pasar yang besar, Indonesia dinilai mampu memimpin arus inovasi yang bertanggung jawab di kawasan.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab, dan memastikan transformasi digital ini benar-benar membawa kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukas Mahendra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









