OJK Sebut Roadmap Pergadaian 2025-2030 Sebagai Living Document
Hefriday | 13 Oktober 2025, 17:34 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025–2030, sebagai pedoman lima tahun ke depan untuk memperkuat industri pergadaian di Indonesia dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat kecil termasuk pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebut ini sebagai roadmap kelima yang dibuat bagian PFML (Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lain) sejak pembentukannya pada 9 Agustus 2023.
Sebelumnya telah dikeluarkan roadmap untuk layanan pendanaan digital (LPB-PTI), perusahaan modal ventura, lembaga pembiayaan umum, dan lembaga keuangan mikro.
"Industri pergadaian di Indonesia memiliki akar sejarah panjang sejak era VOC (1746), namun baru melalui UU P2SK No. 4 Tahun 2023 industri ini mendapatkan pengakuan hukum yang tegas," ujarnya dalam konferensi pers Roadmap di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (13/10/2025).
Peluncuran roadmap menjadi langkah konsolidasi untuk menyatukan visi dan misi para pelaku usaha pergadaian agar bergerak secara koordinatif.
Roadmap dibagi dalam tiga fase, yakni pertama penguatan fondasi dan konsolidasi (2025–2026), kedua penciptaan momentum (2027–2028), dan ketiga penyesuaian dan pertumbuhan (2029–2030).
Terdapat empat pilar penopang yang ditetapkan, yaitu permodalan dan tata kelola serta SDM, edukasi dan perlindungan konsumen, pengembangan ekosistem termasuk infrastruktur dan juru taksir, dan pengaturan, pengawasan, serta perizinan.
Agusman menegaskan bahwa roadmap ini akan bersifat living document, artinya bisa dievaluasi dan diperbarui sesuai kondisi dan dinamika industri ke depan. Dirinya juga menyebut bahwa regulasi deregulasi tengah disiapkan untuk memudahkan izin perusahaan pergadaian di tingkat kabupaten/kota hingga nasional.
Dengan roadmap ini, OJK berharap industri pergadaian tidak hanya berfungsi sebagai lembaga kredit berbasis barang (secure lending), tapi menjadi mitra pemberdayaan ekonomi rakyat, dengan inovasi digital, produk baru seperti gadai emas dan bullion, serta peningkatan inklusi keuangan terutama di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









