Mengapa Ada Emiten yang Tidak Bagi Dividen? Simak Penjelasannya

AKURAT.CO Bagi sebagian investor, dividen sering dianggap sebagai tolok ukur kinerja sekaligus bentuk kepastian hasil dari investasi saham. Namun, tidak semua emiten memilih untuk membagikan dividen meskipun laporan keuangannya menunjukkan performa positif.
Fenomena emiten yang tidak membagikan dividen ini kerap menimbulkan tanda tanya di kalangan investor, terutama mereka yang menjadikan dividen sebagai indikator kepastian hasil investasi.
Baca Juga: Investasi Kripto Gratis Tanpa Modal, dari Airdrop hingga DeFi
Lantas, apa saja alasan yang melatarbelakanginya? Berikut beberapa faktor utama yang patut diperhatikan.
1. Alokasi untuk ekspansi
Sebagian perusahaan memilih menahan laba guna mendukung ekspansi bisnis, riset, inovasi, atau pengembangan infrastruktur dan teknologi.
Strategi ini umum dilakukan emitan yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang (growth company).
2. Kebutuhan menjaga likuiditas
Emiten sering menyiapkan cadangan kas untuk menghadapi ketidakpastian pasar atau kondisi ekonomi yang tidak stabil sebagai langkah antisipasi bila terjadi penurunan pendapatan.
3. Tidak ada laba bersih
Perusahaan yang masih mencatat kerugian atau belum membukukan laba bersih tentu tidak bisa membagikan dividen. Bahkan, laba yang ada kadang dialihkan untuk dana cadangan atau modal kerja demi menjaga stabilitas.
4. Prioritas investasi internal
Manajemen bisa saja memilih memanfaatkan laba untuk pengembangan usaha dan investasi jangka panjang ketimbang mendistribusikannya kepada pemegang saham.
5. Kasus nyata di pasar
Misalnya, PT Venteny Fortuna International Tbk menahan laba sekitar Rp500 juta sebagai cadangan, sementara sisanya dipakai untuk modal kerja dan perbaikan fundamental kinerja.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) juga lebih mengutamakan kas guna menjaga bisnis tetap tangguh di masa pandemi dan tahun politik.
6. Kebijakan khusus perusahaan
Beberapa koperasi besar bahkan konsisten tidak membagikan dividen, seperti Berkshire Hathaway yang terakhir kali melakukannya pada 1967.
Baca Juga: KSEI Targetkan 1.000 Emiten, Dorong Pasar Modal Lebih Modern dan Inklusif
Singkatnya, keputusan emiten untuk tidak membagikan dividen umumnya dipicu kebutuhan pendanaan pengembangan usaha, menjaga likuiditas, menutup kerugian, atau mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan demikian, absennya dividen tidak selalu mencerminkan kondisi buruk, melainkan bagian dari strategi manajemen keuangan perusahaan demi keberlanjutan bisnis di masa depan.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








