Dukung Asta Cita Net Zero Emissions, BTN Bergabung dalam PCAF

AKURAT.CO, Bertepatan dengan peringatan Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon yang jatuh pada 16 September, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi bergabung dengan Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).
Langkah ini juga menjadi upaya perseroan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia mencapai target net zero emissions pada 2060.
Adapun, PCAF merupakan kolaborasi global antar lembaga keuangan yang bertujuan untuk memfasilitasi penilaian dan pengungkapan secara terstandarisasi atas emisi gas rumah kaca (GRK) yang muncul dari kegiatan pinjaman dan investasi.
Baca Juga: Kuota FLPP Naik, BTN Bidik Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen
Sejak diluncurkan pada 2019 hingga saat ini, telah ada lebih dari 600 lembaga keuangan dari enam benua telah bergabung, dengan pertumbuhan pesat di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Afrika, dan Asia-Pasifik.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan dengan bergabungnya perseroan ke PCAF akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan financed emissions atau emisi karbon yang ditimbulkan dari aktivitas pembiayaan oleh perseroan.
"Kami berkomitmen mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi berkelanjutan. Inisiatif ini kami umumkan pada Hari Ozon Internasional sebagai bagian dari upaya kolektif untuk menjaga atmosfer bumi," ujar Setiyo di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional, BTN Dengar Aspirasi Nasabah
Setiyo menjelaskan PCAF mengembangkan Strategic Framework for Paris Alignment, sebuah kerangka kerja yang bertujuan untuk membantu lembaga-lembaga keuangan memahami proses menuju net zero emisi pada 2050 sesuai Paris Agreement.
Dengan bergabungnya BTN ke PCAF, ujar Setiyo, akan memperjelas langkah yang dilakukan perseroan untuk mencapai target net zero financed emissions pada tahun 2060, atau target emisi net zero dari pembiayaan yang dilakukan perseroan.
“BTN meyakini bahwa pembiayaan yang bertanggung jawab, dipadukan dengan pelaporan yang transparan, merupakan kunci untuk menuju target net zero financed emissions 2060. Tentunya, penerapan net zero financed emissions akan difokuskan pada pembiayaan yang rendah emisi dan mendukung target transisi ekonomi pemerintah, seperti perumahan rendah emisi yang merupakan core focus BTN ESG," tutur Setiyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







